Tinjau Banjir, Wali Kota Baubau Fokus Pembenahan Irigasi
- 23 Feb 2026 08:06 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Musibah banjir yang melanda area persawahan di Kelurahan Waliabuku dan Ngkari-Ngkari, Kecamatan Bungi, Sabtu 21 Februari , langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Baubau.
Melihat situasi itu, Yusran Fahim turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Minggu 22 Februari 2026.
Ia didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Ibnu Wahid, Camat Bungi Hasrun, Kabag Protokoler, Lurah Waliabuku, serta Bhabinkamtibmas setempat.
Usai peninjauan, Yusran Fahim dalam keterangan persnya menegaskan pentingnya langkah pembenahan infrastruktur pengairan guna mencegah banjir serupa terulang kembali.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, penyumbatan di titik hilir atau ujung saluran irigasi diidentifikasi sebagai penyebab utama meluapnya air ke lahan persawahan warga. Di lokasi terlihat tumpukan material berupa ranting kayu dan sampah yang menghambat laju air secara signifikan.
Selain itu, berdasarkan informasi dari Balai Wilayah Sungai, kapasitas saluran air juga dilaporkan mengalami penyempitan. Tingginya kadar sedimen atau pendangkalan menyebabkan daya tampung air berkurang drastis, sehingga air lebih cepat meluap saat curah hujan tinggi.
“Kita perlu melakukan pembenahan, utamanya di ujung pengairan. Pembersihan ranting dan pengerukan sedimen harus dilakukan agar banjir serupa tidak terulang kembali,” ujar Yusran.
Terkait sektor pertanian, Wali Kota mengakui bahwa banjir kali ini tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi petani, meskipun masih terdapat beberapa petak sawah yang terendam.
Hal tersebut dikarenakan sebagian besar lahan baru saja memasuki masa tanam dengan usia tanaman yang masih sangat muda, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.
Dari sisi ketahanan pangan, Yusran Fahim memastikan stok pangan di Kota Baubau masih dalam kondisi aman. Ketersediaan tersebut ditopang oleh hasil panen beberapa bulan sebelumnya.
Ia juga menyebut harga gabah di tingkat petani terpantau stabil dan menguntungkan. Saat ini, harga gabah berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. Pemerintah berharap harga tersebut tetap terjaga atau bahkan meningkat guna menjamin kesejahteraan petani di Kota Baubau.
Dengan langkah cepat pembenahan infrastruktur pengairan serta kondisi sektor pertanian yang relatif aman, Pemkot Baubau optimistis dampak banjir dapat segera tertangani dan aktivitas pertanian kembali berjalan normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....