UMKM Dominasi Usaha di Baubau, Hanya 23 Persen Bertahan

  • 23 Mei 2026 22:36 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Di balik dominasi besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi Kota Baubau, tersimpan tantangan serius. Meski mencapai sekitar 98 persen dari total pelaku usaha, hanya sekitar 23 persen UMKM yang mampu bertahan dan aktif secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Baubau, Suarmawati mengungkapkan, sektor UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga bahan baku.

“Sekitar 98 persen pelaku usaha di Kota Baubau merupakan UMKM. Namun yang benar-benar aktif dan mampu bertahan secara berkelanjutan saat ini baru sekitar 23 persen,”ungkap Suarmawati dalam acara Kepton Pagi Ini RRI Baubau, Kamis 21 Maret 2026.

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi pelaku UMKM lokal adalah keterbatasan modal, rendahnya konsistensi produksi, hingga tantangan menjaga keberlanjutan usaha di tengah tekanan ekonomi.

Padahal, keberadaan UMKM dinilai sangat penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga perputaran ekonomi lokal tetap bergerak.

Untuk memperkuat daya tahan pelaku usaha, Pemerintah Kota Baubau terus menggencarkan pembinaan, pendampingan, hingga pengembangan usaha agar UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kata Suarmawati, pemerintah juga memperketat pengawasan distribusi pangan guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga. Bersama pihak kepolisian, pengecekan rutin dilakukan di gudang distributor maupun pasar tradisional.

Selain itu, perlindungan konsumen diperkuat melalui penyediaan QR Code pengaduan konsumen dari Provinsi Sulawesi Tenggara yang ditempel di warung dan toko, sehingga masyarakat dapat melapor apabila menemukan harga yang dianggap tidak wajar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....