UMKM Baubau Berpeluang Terlibat Program MBG
- 27 Sep 2025 19:14 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Keinginan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Baubau untuk bisa terlibat dalam program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin terbuka lebar. Aspirasi ini mengemuka saat Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim, melakukan dialog langsung dengan UMKM di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Baubau pada Jumat (26/9/2025).
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk menyampaikan berbagai masukan dan tantangan, salah satunya keinginan produk kuliner mereka difasilitasi agar dapat menjadi bagian dari dapur program MBG.
Menanggapi harapan tersebut, Arif Rahman Hakim memastikan bahwa Kementerian UMKM telah menjalin komunikasi aktif dengan Badan Gizi Nasional. Bahkan, menurut Arif, pilot project telah dilaksanakan untuk memastikan pengadaan makanan bergizi gratis semakin melibatkan pengusaha UMKM.
"Kami tentu di Kementerian UMKM menjalin komunikasi dengan Badan Gizi Nasional dan sudah mengadakan pilot project agar pengadaan makan bergizi gratis ini bisa semakin melibatkan pengusaha UMKM. Alhamdulillah di beberapa tempat yang sudah jadi pilot project, banyak UMKM yang terlibat di dalam pemberian makan bergizi gratis,"jelas Arif.
Selain aspirasi masuk MBG, UMKM Baubau juga menyampaikan keluhan mengenai sulitnya memperoleh bahan baku dengan biaya murah, terutama bagi UMKM tenunan, serta kebutuhan akan akses permodalan yang lebih mudah.
Terkait harga bahan baku, Arif Rahman Hakim menyarankan agar para pelaku usaha tidak berjalan sendiri. Ia mendorong UMKM untuk berkongsi dan membentuk satu wadah atau perkumpulan.
| Baca juga: Public Speaking Bantu UMKM Gaet Pelanggan |
"Kalau kita membeli dengan partai kecil, otomatis apalagi jaraknya jauh, pasti harganya lebih mahal dibandingkan kalau kita kemudian berkongsi, membentuk satu wadah UMKM tertentu, kemudian meng-order bahan bakunya bersama-sama sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah,"kata Arif.
Ia menambahkan, PLUT bisa dimanfaatkan sebagai alamat virtual atau tempat berkongsi. Dengan membentuk organisasi sejenis, UMKM akan memiliki kekuatan suara dan memudahkan dinas terkait dalam memberikan pelayanan.
Sementara itu, untuk akses permodalan, Arif menjelaskan bahwa di PLUT sudah tersedia pendamping khusus yang bertugas mendampingi UMKM yang membutuhkan pembiayaan. Pembiayaan yang tersedia pun beragam, mulai dari kebutuhan mikro mingguan hingga akses ke program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah bagi yang sudah naik kelas.
Dialog ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjawab tantangan dan membuka peluang bagi UMKM Baubau untuk berkembang dan berkontribusi dalam program nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....