Ribuan Warga Baubau Kehilangan Bantuan akibat Perubahan Desil

  • 22 Mei 2026 09:51 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam mengungkapkan sekitar 3.000 warga di Kota Baubau kehilangan bantuan sosial dan kepesertaan BPJS akibat perubahan desil dalam pendataan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan La Ode Darus Salam saat membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Lapangan Lembah Hijau Baubau, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurutnya, perubahan desil membuat sejumlah warga tidak lagi masuk kategori penerima bantuan pemerintah seperti BPJS PBI dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Darus Salam menjelaskan, masyarakat penerima bantuan umumnya berada pada desil 1 hingga desil 4. Ketika data ekonomi berubah dan naik ke desil 5, maka bantuan otomatis terhenti karena dianggap sudah mampu secara ekonomi.

“Sekitar 3.000 orang kehilangan data bantuan. BPJS-nya tidak dapat, bantuan sosialnya hilang. Setelah kami cek, salah satu penyebabnya karena aktivitas belanja online masyarakat yang tercatat dalam sistem,” ujarnya.

Menurut Sekda, transaksi digital menggunakan identitas pribadi seperti KTP dapat memengaruhi penilaian kondisi ekonomi masyarakat dalam sistem pendataan nasional. Karena itu, Darus Salam mengingatkan warga penerima bantuan agar lebih bijak dalam berbelanja dan memprioritaskan kebutuhan pokok.

"Salah satu penyebabnya juga adalah banyak masyarakat kita yang ikut mendaftar pada AMG Pantheon dengan modal minimal Rp5 juta. Dengan bukti mendaftar pakai kartu identitas diri maka secara ekonomi di anggap sudah mapan," beber Sekda.

La Ode Darus Salam juga meminta masyarakat yang merasa masih layak menerima bantuan segera mengurus verifikasi ulang melalui kelurahan masing-masing.

Warga diminta melengkapi surat keterangan tidak mampu, dokumentasi rumah, hingga bukti kondisi kesehatan apabila sedang menjalani pengobatan agar dapat diverifikasi kembali oleh pemerintah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....