Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 26 – 29 Agustus 2026

  • 26 Agt 2026 20:41 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku dari 27 Agustus hingga 30 Agustus 2026.
  • Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan angin berkisar 2-20 knot selama periode prakiraan.
  • Informasi prakiraan gelombang ini diterbitkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari untuk keselamatan navigasi maritim di wilayah Sultra.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 27 Agustus 2026 Pukul: 08.00 WITA sampai 30 Agustus 2026 Pukul: 08.00 WITA.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Rabu, 26 Agustus 2026, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

  • Tanggal 27 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : NIHIL
  • Tanggal 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 29 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 29 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 30 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....