Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 26 – 29 Agustus 2026

  • 26 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku 26 Agustus pukul 08.00 WITA hingga 29 Agustus pukul 08.00 WITA.
  • Pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2 hingga 20 knot.
  • Informasi prakiraan gelombang ini penting bagi keselamatan aktivitas maritim dan pelayaran di perairan Sulawesi Tenggara.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 26 Agustus 2026 Pukul: 08.00 WITA sampai 29 Agustus 2026 Pukul: 08.00 WITA.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Selasa, 25 Agustus 2026, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knot.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

  • Tanggal 26 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 27 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 27 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : NIHIL.
  • Tanggal 28 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA - 29 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA : Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....