Perguruan Tinggi Didorong jadi Pusat Pengembangan Talenta Pasar Kerja Global

  • 22 Agt 2026 13:51 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Perguruan tinggi di Indonesia didorong untuk memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta yang mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja global. Pemerintah menilai lulusan perguruan tinggi perlu dibekali tidak hanya kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga keterampilan adaptif, profesional, inovatif, serta sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri.

Dorongan tersebut menjadi penting di tengah besarnya peluang kerja internasional bagi tenaga kerja Indonesia. Data Sistem Informasi Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) hingga April 2026 mencatat terdapat 327.658 peluang kerja luar negeri, dengan 258.471 posisi atau 78,88 persen masih tersedia.

Melansir kemdiktisaintek.go.id, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian PPN/Bappenas tengah menyiapkan skema pengembangan talenta yang lebih terintegrasi melalui perguruan tinggi. Salah satu fokusnya adalah memperkuat perguruan tinggi yang telah memiliki Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) atau lembaga sejenis agar mampu menjadi bagian dari ekosistem penyiapan tenaga kerja berkompetensi global.

Penguatan tersebut juga akan dilakukan melalui pemetaan program studi dan lulusan, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, pemanfaatan data tracer study, serta pengembangan kemitraan internasional. Perguruan tinggi vokasi menjadi salah satu bagian penting karena dinilai memiliki pengalaman dalam mengembangkan kompetensi berbasis keterampilan yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Kemdiktisaintek dan Bappenas juga menyiapkan pilot project pada sejumlah perguruan tinggi yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan talenta sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Penentuan sektor dan program studi prioritas akan mempertimbangkan kebutuhan pasar global serta keunggulan masing-masing perguruan tinggi.

Melalui penguatan ekosistem tersebut, pemerintah berharap perguruan tinggi mampu memperluas akses lulusan terhadap peluang kerja internasional sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari arah kebijakan Diktisaintek Berdampak untuk menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....