Politeknik Baubau Gelar Job Fair, Dorong Lulusan Cepat Terserap Kerja

  • 08 Agt 2026 17:20 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Politeknik Baubau (POLBA) menggelar Job Fair EXPO 2026 untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, sekaligus memperluas akses informasi mengenai peluang kerja bagi mahasiswa dan alumni.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Kampus Politeknik Baubau tersebut diikuti tujuh mitra perusahaan yang membuka kesempatan pendaftaran dan rekrutmen bagi para pencari kerja.

Direktur Politeknik Baubau, Asriadi, SKM., M.Kes., mengatakan job fair tidak sekadar menjadi ruang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, tetapi merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja.

“Keberhasilan sebuah perguruan tinggi itu tidak diukur dari berapa banyak lulusan yang sudah dikeluarkan, tetapi bagaimana mereka bisa cepat diserap oleh dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi, termasuk memberikan masukan terhadap kebutuhan kompetensi lulusan dan penyusunan kurikulum.

"Politeknik Baubau secara rutin menghadirkan praktisi melalui kuliah praktisi, kuliah umum, maupun kegiatan lainnya. Masukan dari dunia industri dinilai penting agar kurikulum dapat menyesuaikan perkembangan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Pembukaan Job Fair Expo di Kampus Politeknik Baubau, Sabtu 8 Agustus 2026 (Foto: RRI/Arul)

Asriadi berharap para pencari kerja memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyiapkan CV dan mengikuti proses seleksi yang disediakan perusahaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau, Siti Amalia Abibu, mengapresiasi inisiatif Politeknik Baubau menggelar job fair yang dinilai sejalan dengan tugas pemerintah dalam memperluas akses kesempatan kerja.

Menurut Siti Amalia, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau dan Politeknik Baubau yang baru dilakukan sekitar dua pekan sebelumnya.

“Ini adalah tugas kami dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk selalu melakukan kerja sama, baik itu di perguruan tinggi, perusahaan-perusahaan maupun mitra-mitra kita lainnya dalam membuka peluang-peluang kerja,” ujarnya.

Siti Amalia menyebut pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi. Bahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala, termasuk melalui job fair dan program pemagangan.

Talkshow Job Fair di Kampus Politeknik Baubau, Sabtu, 8 Agustus 2026 (Foto: Dinsos naker Baubau)

Siti Amalia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunggu hingga lulus untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kompetensi, keterampilan, personal branding, penguasaan teknologi digital, serta etika sejak masih berada di bangku kuliah.

“Jangan sudah lulus baru mencari peluang. Sebaiknya persiapkan diri sebelum lulus, baik kompetensinya, skill yang dimiliki, utamanya personal branding,” katanya.

Penguasaan teknologi informasi lanjut Siti Amalia menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Namun, kemampuan teknis harus dibarengi dengan etika, terutama ketika mengikuti proses wawancara dan berinteraksi dengan calon pemberi kerja.

“Yang tidak kalah penting adalah etika. Ketika adik-adik diwawancara oleh perusahaan, itu yang harus ditampilkan, bagaimana etika ketika melakukan wawancara,” ujarnya.

Selain membuka akses kerja melalui job fair, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau juga mendorong peluang kerja dan pemagangan ke luar negeri.

Salah satunya melalui informasi program pemagangan ke Jepang yang telah disosialisasikan kepada mahasiswa. Pemerintah juga mendorong peningkatan kemampuan bahasa Jepang sebagai salah satu persiapan bagi calon peserta.

Siti Amalia mengatakan informasi mengenai peluang kerja dan pemagangan akan terus disampaikan melalui kanal media sosial pemerintah, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi secara lebih mudah.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar talkshow bertema 'Peluang Kerja, Kesiapan Skill, dan Strategi Menembus Dunia Kerja di Era Digital'.

Forum tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa, alumni, pemerintah, dan mitra usaha untuk membahas kebutuhan kompetensi, strategi mencari kerja, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....