Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 21 – 24 Agustus 2026

  • 21 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku tanggal 21-24 Agustus 2026 berdasarkan analisis pola angin dan kondisi atmosfer.
  • Pola angin di wilayah Sulawesi Tenggara diperkirakan bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2-20 Knot selama periode prakiraan.
  • Data prakiraan ini dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari untuk kepentingan keselamatan operasional pelayaran dan transportasi laut.

RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 21 – 24 Agustus 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Selasa, 11 Agustus 2026, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot.

Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 knot (6 Skala Beaufort) di Teluk Bone, Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :

  • Tanggal 21 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 22 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 22 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 23 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 23 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 24 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....