HUT RI ke-81, Kemenag Sultra Perkuat Kerukunan
- 18 Agt 2026 17:52 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenag Sultra) melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2026.
Upacara berlangsung di pelataran Kanwil Kemenag Sultra. Kakanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara diikuti seluruh pejabat administrator dan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra serta Kemenag Kota Kendari. Peserta mengenakan pakaian adat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menyampaikan sambutan Menteri Agama. Sambutan menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan kemerdekaan melalui ilmu pengetahuan, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.
Sejarah mencatat tokoh agama dan umatnya turut berada di garis depan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ulama, pendeta, pastor, pandita, bhikkhu, serta tokoh agama lainnya ikut menanamkan keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, semangat tersebut harus diteruskan melalui karya dan pengabdian. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan masa lalu, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya kerukunan umat beragama. Keberagaman dinilai sebagai kekuatan utama dalam membangun Indonesia.
“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama menjadi alasan untuk saling menjauh,” pesannya.
Menurut, capaian kerukunan menunjukkan perkembangan positif. Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.
Angka tersebut menjadi capaian tertinggi. Sementara Indeks Kesalehan Umat Beragama pada 2025 mencapai 84,61.
Kementerian Agama juga mendorong rumah ibadah menjadi ruang yang menenteramkan. Lembaga pendidikan keagamaan diharapkan menjadi tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan dan akhlak.
“Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Kementerian Agama mendorong Kurikulum Berbasis Cinta. Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi berkarakter dan toleran.
Selain itu, program Ekoteologi terus didorong untuk memperkuat aksi pelestarian lingkungan. Program tersebut mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah.
Menteri Agama meminta seluruh jajaran Kemenag tidak hanya menyelesaikan program. Aparatur juga harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Setiap kebijakan harus terasa manfaatnya. Setiap rupiah anggaran harus kembali kepada umat. Setiap pelayanan harus memudahkan,” ujarnya.
Memasuki era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perkembangan teknologi harus diimbangi penguatan nilai kemanusiaan dan akhlak.
“AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tetapi akhlak tidak boleh tertinggal,” pesannya.
Teknologi, lanjutnya, harus menjadi sarana mendekatkan manusia. Teknologi tidak boleh digunakan untuk menyebarkan kebencian dan kebohongan.
Mengisi kemerdekaan juga berarti menjadikan nilai agama sebagai kekuatan sosial. Nilai tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya berbicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi,” ungkapnya.
Seluruh jajaran Kemenag diajak bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani dengan tulus. Aparatur juga diminta menjaga kerukunan dan menguasai teknologi tanpa kehilangan etika.
“Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, peserta upacara juga diajak mendoakan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....