Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 7 – 10 Agustus 2026
- 07 Agt 2026 12:47 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku tanggal 7-10 Agustus 2026.
- Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2-15 knot.
- Informasi prakiraan ini dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Kendari dan ditujukan untuk keselamatan navigasi maritim.
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 7 – 10 Agustus 2026.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 15 knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot (5 Skala Beaufort) di Perairan Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, Laut Banda Timur Wakatobi, Laut Flores Selatan Buton.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :
- Tanggal 07 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 08 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
- Tanggal 08 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 09 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Nihil.
- Tanggal 09 Agustus 2026 Pukul 08.00 - 10 Agustus 2026 Pukul 08.00 : Nihil.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....