Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 22 – 25 Juli 2026
- 21 Jul 2026 19:03 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG merilis prakiraan tinggi gelombang untuk Sulawesi Tenggara berlaku tanggal 22-25 Juli 2026
- Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar 2-15 knot
- Informasi prakiraan gelombang ini berasal dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari dan BMKG Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 22 – 25 Juli 2026.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 15 knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot (5 Skala Beaufort) di Perairan Utara Wawonii, Selat Cempedak, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Laut Banda Timur, Wakatobi, Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, Laut Flores Selatan Buton.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Gelombang kategori sedang (ketinggian >1.25 m - 2.5) diprakirakan terjadi pada :
- Tanggal 22 Juli 2026 Pukul 08.00 - 23 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara.
- Tanggal 23 Juli 2026 Pukul 08.00 - 24 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat, dan Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara.
- Tanggal 24 Juli 2026 Pukul 08.00 - 25 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat, Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara, dan Laut Flores Selatan Buton.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....