Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 4 – 7 Juni 2026
- 03 Jun 2026 16:24 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 4 – 7 Juni 2026.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort) terjadi di Laut Flores Selatan Buton, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Wakatobi Bagian Timur dan Perairan Wakatobi Bagian Barat.
Berpotensi terjadi gelombang dengan kategori sedang (ketinggian 1,25 s.d 2,5 meter) pada:
- Tanggal 04 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 05 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Teluk Bone Barat Kabanea, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Utara Wawoni, Laut Labengki dan Selat Labengki.
- Tanggal 05 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 06 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Teluk Bone Barat Kabanea, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Utara Wawoni, Laut Labengki, Perairan Buton dan Selat Cempedak.
- Tanggal 06 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 07 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Teluk Bone Barat Kabanea, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Wakatobi Bagian Timur, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Laut Banda Timur Wawoni, Perairan Utara Wawoni, Laut Labengki, Perairan Buton dan Selat Cempedak.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....