Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 3 – 6 Juni 2026

  • 02 Jun 2026 17:04 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 3 – 6 Juni 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, Pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort) terjadi di Laut Banda Timur Wakatobi.

Berpotensi terjadi gelombang dengan kategori sedang (ketinggian 1,25 s.d 2,5 meter) pada:

  • Tanggal 03 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 04 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 04 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 05 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Laut Banda Timur Wawoni, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 05 Juni 2026 pukul 08.00 WITA s.d 06 Juni 2026 pukul 08.00 WITA di wilayah Laut Banda Timur Wawoni, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi bagian Timur, Perairan Wakatobi bagian Barat dan Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....