Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha
- 08 Mei 2026 07:44 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Pada momen ini, umat Muslim dianjurkan melaksanakan Shalat Idul Adha secara berjamaah sebagai bentuk syukur dan ketaatan kepada Allah SWT.
Shalat Idul Adha memiliki hukum sunnah muakkad atau sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Selain menjadi ibadah, pelaksanaan shalat ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarumat Muslim.
Di kutip dari baznas.go.id pada Jumat 8 Mei 2026, waktu pelaksanaan shalat Idul Adha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak (sekitar 15–20 menit setelah terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Namun, disunnahkan untuk melaksanakannya lebih awal dibandingkan shalat Idul Fitri agar memberi kesempatan lebih luas bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah kurban setelahnya.
Niat Shalat Idul Adha
Dalam melaksanakan Shalat Idul Adha, niat merupakan bagian penting yang harus ada di dalam hati. Berikut bacaan niatnya:
Sebagai makmum:
"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala"
Sebagai imam:
"Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Shalat Idul Adha
Pelaksanaan Shalat Idul Adha terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir. Berikut langkah-langkahnya:
Rakaat Pertama
- Niat di dalam hati.
- Takbiratul ihram (Allahu Akbar).
- Membaca doa iftitah.
- Takbir sebanyak 7 kali (tidak termasuk takbiratul ihram).
- Di antara takbir, disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-A’la.
- Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti biasa.
Rakaat Kedua
- Berdiri kembali.
- Takbir sebanyak 5 kali.
- Di antara takbir membaca dzikir seperti pada rakaat pertama.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek, disunnahkan surat Al-Ghasyiyah.
- Ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
- Tasyahud akhir dan salam.
Setelah selesai Shalat Idul Adha, dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib.
Khutbah Setelah Shalat Idul Adha
Khutbah dalam Shalat Idul Adha hukumnya sunnah, berbeda dengan shalat Jumat yang khutbahnya wajib. Khutbah biasanya terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.
Isi khutbah umumnya meliputi:
- Takwa kepada Allah SWT
- Penjelasan tentang makna Idul Adha
- Anjuran berkurban
- Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
- Doa untuk umat Islam
- Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat dan pelajaran.
Sunnah-Sunnah dalam Shalat Idul Adha
Agar pelaksanaan Shalat Idul Adha semakin sempurna, ada beberapa sunnah yang dianjurkan, antara lain:
- Mandi sebelum berangkat shalat.
- Memakai pakaian terbaik.
- Menggunakan wewangian.
- Berjalan kaki menuju tempat shalat jika memungkinkan.
- Mengumandangkan takbir sejak malam Idul Adha hingga hari tasyrik.
- Tidak makan sebelum shalat (berbeda dengan Idul Fitri).
- Melewati jalan yang berbeda saat pergi dan pulang.
Sunnah-sunnah ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keindahan, kebersihan, dan semangat kebersamaan dalam beribadah. Momentum Idul Adha juga identik dengan ibadah kurban yang menjadi simbol keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Melalui pelaksanaan Shalat Idul Adha, umat Islam diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama. Suasana penuh kekeluargaan dan kebahagiaan di hari raya menjadi pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....