Tips Menyimpan Daging Kurban Supaya Tidak Rusak

  • 27 Mei 2026 13:34 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Hari Raya Idul Adha identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penyimpanan daging yang tepat sehingga daging cepat rusak, berbau, bahkan kehilangan kualitas gizinya. Padahal, dengan penanganan yang benar, daging kurban bisa tetap segar dan tahan lama untuk dikonsumsi dalam beberapa hari hingga berbulan-bulan.

Melansir dari baznas.go.id, Rabu 27 Mei 2026, sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk memperlakukan nikmat Allah dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam hal makanan. Oleh karena itu, mengetahui cara menyimpan daging kurban dengan tepat adalah bentuk rasa syukur sekaligus tanggung jawab kita terhadap rezeki yang telah Allah limpahkan. Beberapa metode penyimpanan daging kurban yang dapat Anda terapkan di rumah.

1. Membersihkan Daging Kurban Sebelum Disimpan

Langkah pertama dalam cara menyimpan daging kurban yang benar adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu. Daging yang baru saja dipotong masih mengandung darah dan kotoran yang dapat mempercepat proses pembusukan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencuci daging menggunakan air bersih mengalir dan memastikan tidak ada sisa darah yang menempel.

Dalam proses cara menyimpan daging kurban, membersihkan daging harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak serat daging. Setelah itu, tiriskan daging hingga benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri akibat kelembaban yang tinggi.

2. Menyimpan Daging di Kulkas dengan Suhu yang Tepat

Suhu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas daging kurban. Jika daging akan dikonsumsi dalam waktu dekat, simpan di bagian chiller atau lemari pendingin dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius. Dalam kondisi ini, daging umumnya dapat bertahan sekitar 1-2 hari.

Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, simpan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius. Dalam suhu tersebut, daging dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.

Pastikan daging tidak terlalu sering keluar-masuk freezer karena perubahan suhu dapat mempercepat kerusakan. Karena itu, menyimpan daging dalam porsi kecil menjadi solusi yang lebih praktis.

Agar lebih rapi, beri label tanggal penyimpanan pada setiap kemasan sehingga lebih mudah memantau masa simpannya..

3. Hindari Menyimpan Daging dalam Keadaan Langsung dari Pemotongan

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung memasukkan daging segar ke freezer sesaat setelah pemotongan.

Padahal, daging yang baru dipotong masih mengalami proses rigor mortis atau fase kekakuan otot. Jika langsung dibekukan, tekstur daging bisa menjadi lebih keras saat diolah.

Sebaiknya, diamkan daging terlebih dahulu selama beberapa jam di tempat bersih dan sejuk agar suhu alaminya menurun. Hindari juga menyimpan daging yang masih panas ke dalam kulkas karena dapat memengaruhi suhu di dalam lemari pendingin dan berisiko merusak makanan lain.

Setelah suhu daging lebih stabil, proses penyimpanan akan menjadi lebih optimal dan kualitas daging lebih terjaga.

4. Gunakan Metode Vakum atau Kemasan Khusus

Teknologi kemasan vakum kini semakin mudah diterapkan di rumah. Dalam cara menyimpan daging kurban, metode ini sangat efektif karena mengeluarkan udara dari dalam kemasan yang dapat mempercepat pembusukan. Oksigen yang berlebih bisa mempercepat pertumbuhan mikroba. Ini akan menjaga kelembapan daging tetap stabil dan memperpanjang umur simpan.

Jika tidak memiliki alat vakum, Anda tetap bisa menggunakan plastik zipper food grade dan mengeluarkan udara secara manual. Meski tidak seefektif mesin vakum, cara ini tetap membantu dalam menjaga kualitas daging. Praktik ini juga termasuk dalam cara menyimpan daging kurban yang layak dicoba di rumah.

5. Menjaga Niat dan Etika dalam Mengelola Daging Kurban

Dalam Islam, mengelola daging kurban bukan hanya soal teknis penyimpanan, tetapi juga berkaitan dengan adab dan rasa syukur terhadap nikmat Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37. Ayat tersebut mengingatkan bahwa esensi kurban bukan terletak pada banyaknya daging, melainkan pada ketakwaan dan kepedulian sosial.

Karena itu, setelah pembagian dilakukan sesuai syariat, barulah daging yang tersisa disimpan untuk kebutuhan keluarga. Mengelola makanan dengan baik juga menjadi bagian dari upaya menghindari pemborosan.

Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih tahan lama tetapi juga tetap aman dan lezat saat diolah menjadi berbagai hidangan favorit keluarga. Selain itu, menjaga kebersihan saat mengolah dan menyimpan daging juga menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga selama perayaan Idul Adha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....