Sebanyak 3.427 Warga Mulai Menerima Stimulus Bantuan Pangan

  • 11 Mar 2026 19:03 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Program bantuan pangan beras dan minyak goreng dipastikan sudah mulai dibagikan ke masyarakat berpenghasilan rendah. Atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sampai minggu pertama Maret Perum Bulog telah berhasil menyampaikan program stimulus ekonomi ini kepada 3.427 penerima.

Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional.go.id, bantuan pangan sebanyak beras 68.540 kilogram (kg) dan minyak goreng sebanyak 13.708 liter telah disalurkan per 9 Maret. Pemerintah memastikan akan melakukan percepatan realisasi salur bantuan pangan, terutama mendekati Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang akan jatuh pada 10-11 hari mendatang.

"Bapanas bersama Bulog sebagaimana perintah Bapak Presiden dan Bapak Kepala Bapanas, hadir bagi masyarakat. Bantuan pangan akan terus digelontorkan, terutama menjelang Idulfitri yang sebentar lagi masyarakat rayakan," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026

Adapun provinsi yang tercatat telah mulai melaksanakan penyaluran bantuan pangan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan. Adapun salah satunya di Kota Madiun, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengapresiasi program ini karena manfaat dan ketepatan program dalam membantu masyarakat menjelang Lebaran.

"Bantuan dari Bapanas sebanyak 20 kilogram beras dan juga 4 liter minyak. Nah ini untuk bagaimana nanti menjaga kestabilan inflasi di Kota Madiun. Jadi ini sangat bermanfaat. Waktu yang sangat tepat. Sepuluh hari sebelum menjelang Lebaran. Semoga bisa dimanfaatkan masyarakat," ucap Bagus.

Untuk itu, Bapanas mendorong Bulog di seluruh daerah Indonesia untuk memulai penyaluran program bantuan pangan beras dan minyak goreng. Ini karena melalui implementasi salah satu program stimulus ekonomi kuartal pertama ini, diharapkan daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga pada tren yang membaik.

Program bantuan pangan seperti ini terbukti mampu memberi daya ungkit bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat lebih terbantukan dalam pengeluaran konsumsi sehari-harinya. Ini karena kebutuhan terhadap pangan pokok telah disokong pemerintah. Daya beli masyarakat pun semakin terjaga, termasuk mulai dari masyarakat desil satu.

Bantuan pangan selama tahun 2025 pun turut berandil positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan komponen konsumsi rumah tangga merupakan penggerak terpenting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan konsumsi rumah tangga yang terjaga turut pula menandakan daya beli masyarakat yang baik.

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diumumkan menorehkan angka yang cukup baik pada level 5,11 persen dan menjadi yang tertinggi sejak 2023. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi (year on year), Indonesia berada di 5,39 persen untuk triwulan IV tahun 2025 dan juga menjadi capaian triwulan IV tertinggi sejak COVID-19.

Terpisah, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian memastikan pelaksanaan program bantuan pangan telah komplet dan siap salur. Amran menegaskan apabila terkait kebutuhan bagi masyarakat, ia akan selalu bertindak cepat tanpa memakan waktu berlarut-larut.

"Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta orang. Ini perintah Bapak Presiden untuk meringankan beban saudara-saudara kita di bulan suci Ramadan. Pokoknya sudah beres. Semua kebutuhan rakyat tidak boleh tinggal bermalam di meja saya," beber Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Sebagaimana diketahui, program bantuan pangan beras dan minyak goreng membutuhkan total anggaran yang telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 11,92 triliun yang dialokasikan untuk 33,2 juta jumlah penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.

Adapun lima provinsi dengan jumlah penerima terbesar antara lain Jawa Barat sejumlah 6.093.530 penerima. Kemudian Jawa Timur dengan 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima. Disusul Sumatera Utara dengan 1.756.846 penerima dan Banten dengan 1.298.597 penerima.

Sementara, jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kilogram per penerima dan minyak goreng 2 liter per penerima untuk alokasi satu bulan. Dengan itu, secara kuantitas untuk penyaluran 2 bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.

Rekomendasi Berita