PLUT KUMKM Baubau: Antara Mimpi dan Bukti

  • 03 Okt 2025 00:44 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM), itulah nama Gedung mewah yang berada di depan SMA Negeri 1 Baubau dan baru saja diresmikan sekitar pertengahan bulan September 2025 lalu oleh Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu.

Tentu Gedung ini tidak serta merta diperoleh dari Pemerintah Pusat, namun harus melewati berbagai seleksi yang ketat dan bersaing dengan ratusan Kabupaten/Kota lain di Indonesia. Saking ketatnya sampai harus melewati proses Panjang dan dinamika pengurusan dokumennya.

Seingat saya “Gaung” PLUT ini sejak Pemerintahan Wali Kota Baubau Alm. AS Tamrin sudah mulai didiskusikan, kemudian dimasa Wali Kota La Ode Ahmad Monianse dokumen persyaratan mulai dikerjakan dengan intens dan langsung mengajukan ke Pemerintah Pusat.

Alhasil, perjuangan teman-teman dari Dinas Koperasi dan UMKM berhasil mendatangkan anggaran Gedung tersebut sehingga dilakukan peletakan Batu Pertama oleh Pj Wali Kota Baubau Muhammad Rasman Manafi pada Agustus 2024. Perjalanan Panjang dan kerja keras Tim Dinas Koperasi dan UMKM “mendatangkan” Gedung PLUT ini patut diapresiasi hingga akhirnya diresmikan dan semuanya berjalan lancar.

Peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM di Kota Baubau beberapa waktu lalu layak disambut dengan optimisme. Bagi sebuah kota yang denyut ekonominya banyak digerakkan oleh pelaku UMKM, hadirnya PLUT menjadi angin segar sekaligus tonggak penting dalam perjalanan pemberdayaan usaha rakyat.

Sejak lama, UMKM Baubau menghadapi berbagai kendala klasik: keterbatasan akses permodalan, minimnya literasi digital, rendahnya kapasitas manajerial, hingga kesulitan menembus pasar yang lebih luas. PLUT diharapkan hadir sebagai jawaban atas problem tersebut, dengan menyediakan layanan konsultasi bisnis, pendampingan manajemen, fasilitasi pemasaran, hingga dukungan jejaring dengan lembaga keuangan.

UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat Baubau. Dari pasar tradisional hingga pojok kampung, dari kuliner khas hingga kerajinan tangan, denyutnya ada di mana-mana. Tetapi tulang punggung ini rapuh: modal terbatas, pemasaran sempit, literasi digital rendah, hingga akses perbankan yang terkadang masih terbatas.

PLUT dihadirkan untuk menambal semua lubang itu. Sebuah Mimpi yang indah.? Tetapi apakah ia akan benar-benar menjadi bukti.? Itu PR besar buat kita semua. Mimpi PLUT akan diuji oleh waktu. Bukti keberhasilannya bukan dari seberapa banyak seminar yang digelar, melainkan seberapa banyak UMKM yang naik kelas, punya brand, punya pasar, dan akhirnya punya daya tawar.

Kita berharap dimasa Pemerintahan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim dan Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu ini bisa memastikan PLUT KUMKM berfungsi sebagaimana yang diharapkan dan mendongkrak UMKM naik kelas.

Kita menunggu, apakah PLUT Baubau akan menjadi “mesin penggerak” UMKM naik kelas, atau sekadar “mesin pendingin harapan”.

L.M.Hasrul Adan

Oleh: L.M.Hasrul Adan-Ketua Forum UMKM-IKM Kota Baubau

Tulisan atau artikel opini yang dipublikasikan tidak mencerminkan pandangan redaksi. Hak cipta dan pertanggungjawaban dari tulisan, berita, atau artikel yang dikutip dari media lain atau tulisan sendiri sepenuhnya dipegang penulis.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....