BMKG Catat 572 Titik Panas Terdeteksi di Sulawesi Tenggara

  • 06 Okt 2026 12:20 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara mencatat total 572 titik panas tersebar di berbagai kabupaten dan kota pada data update 6 Oktober 2026 berdasarkan pantauan BMKG tanggal 5 Oktober 2026.
  • Dari 572 titik panas yang terpantau, sebanyak 147 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 420 titik pada tingkat kepercayaan sedang, dan 5 titik pada tingkat kepercayaan tinggi.
  • Data hotspot ini merupakan informasi resmi yang dirilis oleh lembaga meteorologi untuk membantu pemantauan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sulawesi Tenggara.

RRI.CO.ID, Baubau – Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara merilis data update resmi mengenai informasi sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk tanggal 6 Oktober 2026, berdasarkan pantauan BMKG pada 5 Oktober 2026 mulai pukul 00.00 WIB s.d. 23.59 WIB. Berdasarkan pemantauan tersebut, tercatat ada total 572 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Berdasarkan tingkat kepercayaannya, dari total 572 titik panas yang terpantau, sebanyak 147 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 420 titik pada tingkat kepercayaan sedang, dan 5 titik pada tingkat kepercayaan tinggi.

Berikut adalah rincian sebaran titik panas di beberapa wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara:

  • Bombana: 29 tingkat rendah, 55 tingkat menengah, dan 2 tingkat tinggi (Total: 86 titik).
  • Konawe: 18 tingkat rendah, 64 tingkat menengah, dan 3 tingkat tinggi (Total: 85 titik).
  • Konawe Selatan: 18 tingkat rendah dan 57 tingkat menengah (Total: 75 titik).
  • Buton: 15 tingkat rendah dan 49 tingkat menengah (Total: 64 titik).
  • Kolaka Timur: 20 tingkat rendah dan 31 tingkat menengah (Total: 51 titik).
  • Kolaka: 17 tingkat rendah dan 28 tingkat menengah (Total: 45 titik).
  • Konawe Utara: 4 tingkat rendah dan 35 tingkat menengah (Total: 39 titik).
  • Baubau: 5 tingkat rendah dan 21 tingkat menengah (Total: 26 titik).
  • Muna: 6 tingkat rendah dan 22 tingkat menengah (Total: 28 titik).
  • Kendari: 3 tingkat rendah dan 14 tingkat menengah (Total: 17 titik).
  • Muna Barat: 4 tingkat rendah dan 13 tingkat menengah (Total: 17 titik).
  • Buton Tengah: 2 tingkat rendah dan 13 tingkat menengah (Total: 15 titik).
  • Buton Utara: 2 tingkat rendah dan 10 tingkat menengah (Total: 12 titik).
  • Buton Selatan: 4 tingkat rendah dan 5 tingkat menengah (Total: 9 titik).
  • Konawe Kepulauan: 3 tingkat menengah (Total: 3 titik).
  • Kolaka Utara: nihil atau 0 titik panas terdeteksi.
  • Wakatobi: nihil atau 0 titik panas terdeteksi.

BMKG menjelaskan, titik panas merupakan indikator awal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit, seperti NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.

Sensor tersebut mendeteksi suhu permukaan yang secara anomali lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya, baik pada siang maupun malam hari.

Namun, BMKG mengingatkan bahwa titik panas tidak selalu dapat terpantau apabila suatu wilayah tertutup awan atau berada di area blank zone.

Masyarakat di wilayah yang terdeteksi titik panas, khususnya pemerintah daerah dan pihak terkait, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta melakukan pemantauan kondisi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....