BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia pada 6–9 Oktober 2026
- 06 Okt 2026 12:07 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada periode 6–9 Oktober 2026.
- Gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi terutama di sejumlah wilayah Samudra Hindia, sementara gelombang 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai perairan lainnya.
- Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta waspada serta memperhatikan informasi cuaca dan gelombang terkini BMKG demi keselamatan pelayaran.
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia untuk periode 6 Oktober 2026 Pukul 07.00 WIB – 9 Oktober 2026 Pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan informasi BMKG, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan di Indonesia, terutama di kawasan Samudra Hindia.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter meliputi :
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
Sementara itu, BMKG juga memprakirakan gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan lainnya, di antaranya :
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kep. Nias
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
- Samudra Hindia selatan NTT
- Laut Jawa bagian tengah dan timur
- Selat Makassar bagian selatan dan tengah
- Laut Bali
- Laut Maluku
- Laut Sumbawa
- Laut Sulawesi bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
BMKG menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Indonesia. Di wilayah utara ekuator, angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 6 – 20 knot. Sementara di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 6 – 25 knot.
Potensi angin dengan kecepatan lebih tinggi terpantau di kawasan Samudra Hindia barat Kep. Nias hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat, dan Laut Arafuru.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut dan nelayan, untuk mewaspadai kondisi gelombang tinggi tersebut karena dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran.
Dalam imbauannya, BMKG menyebut perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Masyarakat yang akan melakukan aktivitas di laut diimbau memperhatikan informasi cuaca dan gelombang terkini dari BMKG serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi perairan.
Kata Kunci / Tags
Video
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....