Pemkot Baubau Dorong Petani Manfaat Program Asuransi Pertanian

  • 11 Sep 2026 15:21 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau mendorong petani memanfaatkan program asuransi pertanian sebagai perlindungan menghadapi risiko gagal panen, termasuk akibat kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid mengatakan, program tersebut mendapatkan subsidi dari Kementerian Pertanian sehingga beban premi yang harus dibayarkan petani menjadi jauh lebih ringan.

Petani yang mengikuti program tersebut hanya membayar premi sekitar Rp36.000 setiap masa tanam, dari biaya premi normal mencapai Rp138.000.

"Di klaim asuransi ini petani hanya membayar yang tadinya 138.000 per masa tanam, sekarang dia cuma bayar Rp36.000 dan diklaim sampai Rp6 juta,"ujar Wahid dalam dialog bersama RRI Baubau, Kamis, 3 September 2026.

Wahid mengatakan, jika mengalami gagal panen sesuai ketentuan program, petani dapat memperoleh klaim ganti rugi hingga Rp6 juta per hektare. Program perlindungan tersebut menjadi semakin relevan seiring ancaman kemarau berkepanjangan yang telah berdampak pada lahan sawah di Baubau.

Selain perlindungan petani, Pemerintah Kota Baubau juga menjalankan program ketahanan pangan berbasis rumah tangga melalui "Kebun Dapur Ibu". Program tersebut telah berjalan di 43 kelurahan dengan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, tomat dan daun bawang.

"Kami itu sudah sejalan di 43 kelurahan untuk yang namanya program Kebun Dapur Ibu. Prioritasnya buat keluarga-keluarga di lingkungan sekitar, paling tidak juga untuk menjawab urusan stunting,"kata Wahid.

Pemerintah berharap pemanfaatan pekarangan dapat membantu keluarga memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Di sisi lain, keberadaan penyuluh pertanian turut menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai risiko. Saat ini terdapat 17 tenaga penyuluh pertanian yang tetap berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Baubau untuk memberikan edukasi mengenai pola tanam dan keberlanjutan sektor pertanian.

"Penyuluh pertanian kami ada 17 orang. Mereka juga alhamdulillah masih terus berkolaborasi dengan kami untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan daripada pertanian ini," ujar Wahid.

Menurut Wahid, perlindungan melalui asuransi, pendampingan penyuluh, serta penguatan ketahanan pangan rumah tangga merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dan petani tetap memiliki daya tahan menghadapi perubahan kondisi iklim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....