Pemerintah Gelontorkan Rp28 Miliar untuk Irigasi Air Tanah di Baubau
- 11 Sep 2026 15:06 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah menyiapkan infrastruktur irigasi air tanah sebagai salah satu solusi menghadapi ancaman kekeringan yang melanda lahan pertanian selama musim kemarau di Kota Baubau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid mengungkapkan, Kementerian Pertanian dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum di Kendari telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp28 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah (JIAT).
Program tersebut dirancang untuk menyediakan sumber air alternatif bagi lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan air saat kemarau.
"Melalui Dinas Pertanian itu kami sudah menggelontorkan kurang lebih 28 miliar untuk membangun yang namanya jaringan irigasi air tanah,"ujar Wahid, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, sistem tersebut bekerja dengan menyedot air tanah melalui jaringan pipa berukuran sekitar enam inci. Air kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan lahan persawahan.
Infrastruktur tersebut direncanakan menyebarluaskan air ke delapan titik dengan cakupan sekitar 10 hektare area persawahan.
Upaya penyediaan infrastruktur air menjadi penting mengingat Kota Baubau memiliki sekitar 1.200 hektare lahan padi sawah. Dari identifikasi pemerintah, sekitar 26 hektare di antaranya telah terdampak kekeringan hingga kondisi tanah mengalami retakan.
Selain JIAT, pemerintah juga mempertimbangkan penyediaan alat dan mesin pertanian berupa pompa air atau alkon untuk membantu petani mengalirkan air dari sumber seperti sungai dan bendungan menuju sawah yang berada cukup jauh.
Di Kelurahan Karing-karing, petani juga telah menerapkan pembagian air secara bergiliran melalui sistem yang mengacu pada kearifan lokal Subak.
Wahid mengatakan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah kondisi cuaca yang semakin menantang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....