Ekspor Perdana Produk Pertanian Sultra Tembus China dan Malaysia
- 11 Sep 2026 16:06 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Kendari - Produk pertanian Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menembus pasar internasional melalui ekspor langsung ke China dan Malaysia. Pemerintah daerah mendorong langkah ini menjadi pengungkit hilirisasi dan peningkatan kesejahteraan petani.
Ekspor perdana tersebut mencakup 900 ton tepung tapioka senilai Rp7,3 miliar ke China. Sementara 127 ton minyak kelapa senilai Rp3,6 miliar dikirim ke Malaysia.
Pelepasan ekspor dilakukan di PT Agri Cassava Makmur, Landono, Konawe Selatan. Kegiatan dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.
Gubernur menilai ekspor langsung menjadi bukti komoditas Sultra mampu diolah dan bersaing di pasar global. Menurutnya, momentum ini harus menjadi titik awal penguatan hilirisasi pertanian.
“Ini merupakan momentum yang sangat penting, strategis, dan membanggakan bagi Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Andi Sumangerukka.
Selama ini, kata Gubernur, sejumlah komoditas Sultra masih dipasarkan sebagai bahan mentah. Bahkan, sebagian komoditas diekspor melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya.
Karena itu, pemerintah mendorong pengolahan komoditas dilakukan di Sultra. Hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Komoditi kita memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, dapat menembus pasar global, sekaligus dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra,” ujarnya.
Gubernur juga meminta peningkatan ekspor harus berdampak langsung kepada petani. Pelaku industri didorong membangun kemitraan melalui penyediaan benih, sarana produksi, pembiayaan dan pendampingan.
Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan Sultra memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor. Namun, pelaku usaha harus mampu memenuhi standar kesehatan, kualitas dan mutu negara tujuan.
Badan Karantina Indonesia, kata Karding, siap mendukung pelaku usaha dalam pemenuhan standar tersebut. Dukungan ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi komoditas Sultra ke pasar dunia.
Pemprov Sultra juga memperkuat infrastruktur dan ekosistem pendukung ekspor. Di antaranya melalui pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan serta penguatan investasi di sentra produksi.
Ekspor perdana ke China dan Malaysia diharapkan menjadi pintu masuk bagi komoditas Sultra lainnya. Langkah ini sekaligus ditargetkan membuka investasi, memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....