Orang Tua Diminta Tak Malu Sekolahkan Anak Berkebutuhan Khusus

  • 23 Agt 2026 18:49 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Orang tua di Sulawesi Tenggara (Sultra) diminta tidak malu menyekolahkan anak berkebutuhan khusus. Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak dinilai penting untuk membantu mereka berkembang dan memiliki kemandirian.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Luar Biasa (SLB) Provinsi Sultra, Yafsin Yaddi, mengatakan anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan perhatian. Karena itu, orang tua diharapkan menempatkan anak pada satuan pendidikan yang sesuai, baik SLB maupun sekolah reguler yang menerapkan pendidikan inklusif.

“Jangan kita malu. Tempatkanlah mereka sesuai dengan tempatnya. Mereka juga butuh belajar, butuh diperhatikan, butuh dididik dan diajar,” kata Yafsin saat dikonfirmasi RRI Baubau, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurutnya, SLB menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih individual sesuai kemampuan masing-masing peserta didik. Sementara anak yang masih mampu mengikuti pembelajaran secara reguler dapat ditempatkan di sekolah inklusi.

Yafsin menjelaskan, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya diarahkan pada kemampuan akademik. Salah satu hal penting yang terus didorong adalah kemampuan mengurus dan merawat diri agar anak dapat hidup lebih mandiri.

Di sisi lain Yafsin mengakui perkembangan SLB di Sultra mulai menunjukkan hasil menggembirakan, salah satunya melalui prestasi yang diraih sekolah dan peserta didik. Dukungan pemerintah pusat juga diberikan melalui BOS Kinerja bagi sekolah yang memiliki capaian baik berdasarkan rapor pendidikan.

Meski demikian, Yafsin mengakui masih ada sekolah yang perlu meningkatkan keseriusan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Ia berharap seluruh pihak terus berupaya memberikan pendidikan terbaik sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing anak.

Yafsin yang juga Kepala SLBN 2 Konawe itu menegaskan, pendidikan dan pendampingan sejak dini akan membantu anak berkebutuhan khusus memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

"Orang tua perlu mengambil peran karena kemampuan pendampingan orang tua juga memiliki keterbatasan seiring waktu," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....