Bupati Azhari Sebut Sekolah Rakyat Terobosan Keadilan Pendidikan Nasional
- 05 Agt 2026 13:10 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Buton Tengah - Bupati Buton Tengah, Azhari, menegaskan Program Sekolah Rakyat merupakan terobosan strategis dalam mewujudkan keadilan pendidikan nasional. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi kebijakan di bidang pendidikan, tetapi juga amal jariyah yang membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pernyataan itu disampaikan Azhari saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan Open House satu tahun berdirinya Sekolah Rakyat serta peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan berlangsung di Kompleks Sekolah Rakyat Permanen, Desa Balobone, Kecamatan Mawasangka, Senin 3 Agustus 2026.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Buton Tengah Muh. Adam Basan, Wakil Ketua DPRD Buton Tengah Mazaluddin, Tim Inspektorat Kementerian Sosial RI, perwakilan Kapolda Sulawesi Tenggara bersama taruna Akpol dan taruna Akmil, perwakilan Kapolres Buton Tengah, Ketua TP-PKK Umi Noranah Azhari, sejumlah kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama, Camat Mawasangka, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi, dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta seluruh peserta didik.
Azhari mengatakan, Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab persoalan tingginya angka putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Menurutnya, persoalan tersebut bukan disebabkan rendahnya kemampuan atau potensi anak, melainkan minimnya akses terhadap pendidikan yang layak.
Azhari menjelaskan, melalui sistem pendidikan berasrama tanpa biaya, siswa memperoleh fasilitas setara boarding school berstandar internasional. Program itu juga menjamin tempat tinggal, kebutuhan gizi, serta pendampingan pendidikan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.
"Program ini bukan sekadar membangun sekolah, tetapi membangun masa depan anak-anak yang selama ini terhambat oleh kondisi ekonomi. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang sama baiknya dengan siapa pun,"kata Azhari.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut diharapkan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
Azhari juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program tersebut. Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, tenaga pendidik, serta masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Sekolah Rakyat.
Momentum Hari Anak Nasional, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa setiap anak merupakan aset bangsa yang harus mendapat kesempatan berkembang tanpa diskriminasi. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang setara.
"Sekolah Rakyat adalah simbol harapan baru bagi anak-anak di wilayah pesisir dan pedalaman. Kemiskinan tidak boleh lagi menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk bermimpi dan meraih prestasi,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....