Dipertan Baubau Bersama Petani Mitigasi Kekeringan Lima Hektare Sawah
- 21 Agt 2026 20:00 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertan) Kota Baubau bersama petani terus melakukan langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino dan puncak musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air dan mencegah tanaman padi mengalami puso.
Kepala Dipertan Baubau, Ibnu Wahid mengatakan, berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukannya, terdapat sekitar lima hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Namun kondisi tersebut masih dapat diatasi karena petani terus berupaya memenuhi kebutuhan air bagi tanaman padi.
"Tadi saya melakukan survei, ada sekitar 5 hektare yang terdampak kekeringan. Tapi petani berupaya memanfaatkan Sungai Wonco 1 dan Wonco 2 yang masih mengalir serta menggunakan mesin pompa atau alkon untuk menarik air ke lahan pertanian,"kata Ibnu Wahid, Jumat 21 Agustus 2026.

Wahid menyebut, kondisi debit air di sejumlah ruas pengairan saat ini memang mengalami penurunan cukup signifikan. Bahkan, beberapa aliran sekunder yang sebelumnya memiliki debit cukup besar kini hanya menyisakan aliran dangkal.
Meski demikian, petani di sejumlah wilayah terus menjaga distribusi air dengan menerapkan sistem buka-tutup jaringan pengairan. Upaya tersebut dilakukan antara lain petani di kelurahan Nkaring-Karing, Waliabuku, Tampuna dan Palabusa yang bahkan bergantian menjaga aliran air hingga dini hari.
Menurut Wahid, kebutuhan air menjadi semakin penting karena sebagian tanaman padi telah berusia hampir tiga bulan dan mulai mendekati masa panen. Sementara sebagian lahan lainnya baru ditanami sehingga kebutuhan pengairannya masih dapat diantisipasi.
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah juga memastikan pembangunan jaringan irigasi air tanah untuk memperkuat ketahanan lahan pertanian menghadapi kekeringan. Tahun ini, sebanyak tujuh unit jaringan irigasi air tanah telah masuk dalam intervensi pemerintah pusat.
“Untuk mengantisipasi kekeringan itu, ada intervensi dari pemerintah pusat dan beberapa usulan kami, kemarin itu sudah masuk 7 unit jaringan irigasi air tanah. Jaringan irigasi air tanah ini bisa mencakup sampai 10 hektare karena pakai sumur bor mengambil air di dalam tanah. Irigasi ini dikerjakan oleh BUMN tahun ini dan mudah-mudahan bulan 10 sudah running,”ujarnya.
Pada tahap kedua, Dipertan Baubau juga telah mengusulkan tambahan 12 titik jaringan irigasi air tanah yang direncanakan dikerjakan mulai Desember 2026.
Wahid menegaskan, usulan tersebut disusun berdasarkan data dan kondisi lapangan yang menunjukkan semakin menurunnya debit air di sejumlah kawasan persawahan. Kecamatan Bungi dan Lea-Lea menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam penguatan jaringan pengairan tersebut.
Secara keseluruhan, luas lahan pertanian yang ditanami padi di Baubau mencapai sekitar 1.200 hektare. Berdasarkan hasil pemantauan, sebagian besar lahan masih dalam kondisi baik meski terdapat sekitar lima hektare yang mengalami dampak kekeringan di Kecamatan Bungi. Dipertan bersama petani terus memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah kekeringan semakin meluas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....