Tercatat 4 Pelaku Usaha Minat Peternak Ayam Petelur di Baubau Rendah
- 19 Agt 2026 09:14 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau, mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur. Langkah ini dinilai penting karena jumlah peternak ayam petelur lokal saat ini masih sangat terbatas, sementara kebutuhan telur di Kota Baubau cukup tinggi,Rabu 19 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat Baubau masih harus mengandalkan pasokan telur dari luar daerah, di antaranya Makassar dan Surabaya. Kebutuhan telur juga diperkirakan semakin meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Baubau, drh. Jusriati, mengatakan saat ini hanya terdapat empat pelaku usaha yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur.
“Pelaku usaha baru empat dengan populasi keseluruhan hanya 2.100 ekor. Jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan Kota Baubau,” jelas Jusriati.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan peternakan ayam pedaging yang jumlah pelakunya jauh lebih banyak. Minat masyarakat untuk mengembangkan ayam petelur masih rendah karena salah satunya terkendala biaya dan ketersediaan pakan.

Jusriati menjelaskan, usaha ayam petelur membutuhkan komposisi pakan yang seimbang. Kesalahan dalam pemberian pakan dapat memengaruhi kualitas telur yang dihasilkan sehingga berpotensi tidak layak jual.
“Peternak ayam kampung dan ayam potong cukup banyak dibanding ayam petelur karena peminatnya berkurang disebabkan oleh pakan yang mahal. Ayam petelur ini menghasilkan produk telur yang jika makannya tidak sinkron, hasil telurnya tidak bisa dijual. Kalau tidak seimbang makanannya, telurnya kalau bukan keras ya lembek,” ujarnya.
Jusriati menilai, pengembangan peternakan ayam petelur di Baubau memiliki peluang cukup besar, mengingat kebutuhan telur masyarakat relatif tinggi dan selama ini sebagian kebutuhan masih dipenuhi melalui pasokan dari luar daerah.
Namun, bagi masyarakat yang ingin memulai usaha ayam petelur dalam skala kecil, Jusriati mengingatkan pentingnya pengelolaan kandang. Peternakan dengan populasi di bawah 200 ekor tetap harus memperhatikan kebersihan dan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Untuk peternakan ayam petelur skala kecil di bawah 200 ekor sebaiknya memperhatikan pengelolaan kandang dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” katanya.
Dengan keterbatasan peternak dan populasi ayam petelur lokal saat ini, Pemkot Baubau berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengembangkan usaha tersebut. Selain berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi warga, peningkatan produksi telur lokal juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Baubau terhadap pasokan telur dari luar daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....