Bantuan Beras untuk Warga Baubau Mulai Disalurkan, Alokasi Juli-September
- 18 Agt 2026 18:18 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau: Pemerintah Kota bersama Perum Bulog Cabang Baubau mulai menyalurkan bantuan pangan beras. Sebanyak 14.850 kepala keluarga (KK) di Kota Baubau menjadi penerima manfaat dengan total bantuan mencapai 445,5 ton beras.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 30 kilogram beras yang merupakan akumulasi bantuan tiga bulan. Masing-masing alokasi diberikan sebanyak 10 kilogram beras untuk bulan Juli, Agustus, dan September.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Menurutnya, bantuan ini juga menjadi kado bagi masyarakat di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kita memahami pangan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Yusran Fahim meminta camat, lurah dan seluruh jajaran yang terlibat untuk memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tertib, transparan, dan akuntabel. Sehingga pelaksanaan penyaluran dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
"Seperti yang kita dengar masih terjadi silang pendapat siapa yang harus menerima siapa yang tidak. Jangan lagi kita mendengar si A yang berkemampuan bisa menerima sementara ina-ina rentah tidak bisa menerima hanya karena pernah sekedar berbelanja online akhirnya namanya terhapus dari data penerima," tegasnya.
Kepala Cabang Perum Bulog Baubau, Ritno, mengatakan data penerima manfaat bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berasal dari Dinas Sosial masing-masing kabupaten dan kota. Data tersebut kemudian diverifikasi oleh pemerintah pusat dan Bulog menerima data penerima dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) .
"Karena itu, Bulog tidak memiliki ruang untuk memodifikasi data penerima manfaat. Namun, sesuai petunjuk teknis, terdapat mekanisme penggantian penerima di lapangan dengan ketentuan tertentu, termasuk masih berada dalam kelompok desil satu hingga empat," ujarnya.

Ritno menegaskan, ketepatan penyaluran menjadi perhatian utama, baik tepat sasaran, tepat waktu, tepat kuantum, maupun tepat pelaksanaan. Hal ini penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Beras yang disalurkan merupakan beras medium dengan kualitas yang telah ditentukan dalam penugasan pemerintah. Beras bantuan yang disalurkan memiliki kualitas yang sama dengan beras program SPHP," imbuhnya.
Ritno menjelaskan, untuk wilayah kerja Bulog Baubau yang mencakup empat kabupaten dan satu kota, jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 40.854 orang. Penyaluran diawali dari Kecamatan Wolio Kota Baubau dan selanjutnya dilanjutkan di wilayah kabupaten dalam cakupan kerja Bulog Baubau.
"Kita berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Selain itu, intervensi bantuan pangan juga diharapkan ikut mendukung stabilisasi harga beras di tingkat masyarakat," pungkasnya.
Penyaluran bantuan ditandai dengan pelepasan empat unit truk pengangkut beras oleh Wali Kota Yusran Fahim di Gudang Bulog Wangkanapi Baubau. Sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan kualitas beras yang turut disaksikan Ketua DPRD dan Forkopimda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....