GJI Baubau 2026 Diikuti 468 Barisan Selama Tiga Hari

  • 10 Agt 2026 21:22 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Sebanyak 468 barisan akan mengikuti Gerak Jalan Indah (GJI) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Baubau, pada 11-13 Agustus 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 640 barisan.

Penurunan jumlah peserta tersebut merupakan hasil pembatasan yang dilakukan panitia. Langkah ini ditempuh untuk mencegah pelaksanaan GJI kembali berlangsung hingga malam hari seperti yang terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.

Pembatasan dilakukan dengan menetapkan setiap karang taruna dari masing-masing kelurahan hanya boleh mengikutsertakan dua barisan. Kedua barisan tersebut terdiri dari barisan putra dan putri.

Dari total 468 barisan, sebanyak 130 barisan akan tampil pada hari pertama, 196 barisan pada hari kedua, dan 142 barisan pada hari ketiga. Jumlah tersebut merupakan barisan peserta GJI, sementara untuk marching band sebanyak 30 barisan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Baubau, La Ode Aswad berharap, pembatasan jumlah peserta dapat membuat pelaksanaan GJI lebih tertib dan selesai sesuai target waktu. Jika seluruh peserta memulai kegiatan sesuai jadwal pukul 07.00 WITA, GJI diharapkan selesai sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WITA.

"Kenapa kita batasi, supaya tidak terulang lagi sampai jam 10 malam. Kemudian, barisan karang taruna tiap kelurahan hanya dua barisan putra dan putri yang merupakan kumpulan orang-orang pilihan yang telah diseleksi kelurahan,"kata La Ode Aswad usai rapat pemantapan di Aula Tut Wuri Handayani Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Baubau, Senin 10 Agustus 2026.

Selain membatasi jumlah peserta, panitia juga memperketat penerapan petunjuk teknis (juknis) GJI. Peserta yang tidak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan dapat dibubarkan oleh panitia di tengah perjalanan.

Penerapan juknis tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga keamanan selama pelaksanaan GJI, khususnya pada saat peserta membubarkan diri. Setiap barisan karang taruna akan mendapat pengawalan dari lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Pengaturan waktu start juga dilakukan terhadap sejumlah karang taruna yang dinilai berpotensi mengalami gesekan. Waktu mulai mereka akan dipisahkan agar tidak terjadi pembubaran secara bersamaan.

La Ode Aswad juga menegaskan tidak akan ada display atau pertunjukan marching band dalam rangkaian GJI tahun ini. Marching band hanya diperbolehkan mengikuti barisan GJI tanpa menampilkan atraksi atau koreografi khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....