BPBD Baubau Berjuang Layani Kondisi Darurat meski Banyak Alat Operasional Rusak
- 20 Jul 2026 13:47 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Meningkatnya ancaman bencana akibat cuaca ekstrem belum diimbangi dengan kesiapan sarana dan sumber daya yang memadai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau mengakui masih menghadapi keterbatasan personel serta banyaknya peralatan operasional yang mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau Mohamad Tasdik mengungkapkan, saat ini BPBD hanya memiliki 28 personel, termasuk pegawai administrasi. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menangani berbagai kejadian darurat di seluruh wilayah Kota Baubau.
"Kondisi personel kami sangat terbatas. Bahkan fungsi kedaruratan saat ini harus dirangkap oleh staf kantor karena belum tersedia tenaga khusus yang memadai,"jelas Tasdik, Kamis 16 Juli 2026.
Kendala lainnya lanjut Kalaks, adalah kondisi peralatan operasional yang sebagian besar sudah tidak layak digunakan.
Dari empat unit mesin pemotong kayu (chainsaw) yang dimiliki BPBD, hanya satu unit berukuran kecil yang masih dapat dioperasikan, itupun sering mengalami kendala karena rantainya mudah terlepas.
Tidak hanya itu, perahu karet yang digunakan untuk operasi penyelamatan mengalami kebocoran, sedangkan seluruh mesin tempel kapal dilaporkan rusak sehingga tidak dapat difungsikan apabila terjadi bencana banjir atau operasi penyelamatan di perairan.
Saat ini, fasilitas yang masih siap digunakan hanyalah lima unit tenda pleton berukuran 7 x 12 meter dan lima unit tenda keluarga berukuran 5 x 5 meter yang disiapkan untuk kebutuhan pengungsian apabila terjadi bencana.
Melihat kondisi tersebut, BPBD telah mengajukan tambahan anggaran kepada Pemerintah Kota Baubau untuk memperbaiki berbagai fasilitas operasional yang rusak.
Menurutnya, pembaruan peralatan menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan petugas saat menjalankan operasi penyelamatan di lapangan.
"Peralatan yang tidak layak tentu berisiko terhadap keselamatan personel. Karena itu kami berharap usulan perbaikan ini dapat menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal ketika terjadi bencana," katanya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, BPBD memastikan seluruh personel tetap siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi meningkatnya risiko angin kencang, pohon tumbang, kebakaran lahan, hingga potensi bencana lainnya selama musim kemarau tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....