Edu Field Trip 2026, Pelajar Baubau Belajar Budaya hingga Menanam
- 06 Jul 2026 23:50 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Puluhan pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kota Baubau mengikuti kegiatan Edu Field Trip 2026 bertajuk "From Culture to Agriculture" yang digelar di Kampung Bali Ngkari-Ngkari, Minggu 5 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi paket perdana yang menggabungkan pembelajaran budaya, lingkungan, dan pertanian melalui pengalaman langsung di lapangan.

Edu Field Trip diselenggarakan secara kolaboratif oleh Sukarelawan Hijau Baubau, Luvtrip, Taman Baca Vidya Loka, dan Explore with Yunan sebagai upaya menghadirkan metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui konsep ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kampung Bali Ngkari-Ngkari. Di lokasi tersebut, para pelajar diajak mengenal keberagaman budaya, nilai-nilai toleransi, serta kearifan lokal yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Setelah mempelajari kekayaan budaya, para peserta melanjutkan kegiatan dengan turun langsung ke area persawahan untuk merasakan pengalaman menanam padi. Aktivitas tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses panjang yang harus dilalui sebelum beras sampai ke meja makan.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diajak memahami asal-usul beras yang mereka konsumsi setiap hari sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap kerja keras para petani serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan.
Penanggung jawab kegiatan, Muh Yunan, mengatakan Edu Field Trip di Kampung Bali Ngkari-Ngkari merupakan paket perdana yang diharapkan menjadi awal dari berbagai program edukasi berbasis lapangan di Kota Baubau.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah agar anak-anak memahami dari mana beras berasal, mengenal proses penanaman padi secara langsung, serta belajar menghargai hasil kerja para petani. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk karakter anak yang lebih peduli terhadap budaya, lingkungan, dan pangan," ujarnya.
Tak hanya mendapat sambutan positif dari peserta, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para orang tua. Mereka menilai konsep pembelajaran di luar kelas mampu memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan sekaligus memperkaya wawasan anak-anak.

Sejumlah orang tua berharap Edu Field Trip dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menghadirkan tema-tema edukatif lainnya, sehingga semakin banyak generasi muda yang memperoleh pengalaman belajar yang nyata, inspiratif, dan bermakna.
Melalui kolaborasi berbagai komunitas, penyelenggara berharap Edu Field Trip mampu menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya memperkenalkan budaya dan pertanian, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, menghargai keberagaman, serta memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari masa depan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....