Kande Yi Sora Hidupkan Sejarah dan Budaya Warga Palatiga lewat Festival Seni
- 01 Jul 2026 20:37 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Festival seni berbasis masyarakat Kande Yi Sora menjadi ruang untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya, dan ingatan kolektif warga Palatiga, Kelurahan Bukit Wolio Indah Kota Baubau.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa 27–28 Juni 2026 itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam berbagai aktivitas budaya.
Hari pertama diawali dengan penampilan Studio Patodongi, dilanjutkan arak-arakan Pawai Padamara sejauh sekitar 1,1 kilometer dari Benteng Sorawolio menuju Bak Air Palatiga, kemudian pertunjukan seni kolaboratif.
Pada hari kedua, masyarakat mengikuti pemutaran film dokumenter sejarah, walking tour mengenal Kampung Palatiga, permainan tradisional, pertunjukan bakat warga, hingga makan bersama.

Dramaturgi sekaligus Direktur Teater Sora, Chendy Ariswan Latief, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema Kande Yi Sora yang dimaknai sebagai menanak atau memasak kembali tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Tradisi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan dan kegiatan seni yang lebih dekat dengan generasi masa kini.
"Tagline Kande yi sora itu berarti kita menanak kembali masakan-masakan yang sebenarnya sudah menjadi tradisi masyarakat. Kami mengemasnya dalam bentuk yang berbeda, sekaligus menjadikan Bak Air Palatiga sebagai ruang hidup warga yang kembali dihidupkan," kata Chendy.
Menurutnya, festival ini juga menjadi upaya menghadirkan kembali cerita-cerita masyarakat yang selama ini jarang terdengar, termasuk sejarah kawasan Bak Air Palatiga sebagai bagian dari perjalanan masyarakat Baubau.
Selama dua hari pelaksanaan, Kande Yi Sora menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, pameran, pemutaran film, permainan rakyat, hingga instalasi seni yang melibatkan seniman dan warga setempat.

Sementara itu, Ketua Program sekaligus produser Kande Yi Sora, Harni Sumatan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangun kebersamaan sekaligus memperkuat ekosistem seni, khususnya seni teater di Kota Baubau.
"Kami ingin membangun kolektif seni agar tetap terjaga. Yang kami angkat adalah cerita masyarakat dan kebudayaan Kota Baubau sehingga seni bisa menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya," ujarnya.
Harni menjelaskan seluruh konsep pertunjukan disusun berdasarkan hasil riset melalui cerita lisan masyarakat Palatiga. Cerita tersebut antara lain mengenai pembangunan Bak Air Palatiga pada masa kolonial Belanda dengan sistem kerja paksa, kesulitan masyarakat memperoleh air karena fasilitas tersebut lebih diperuntukkan bagi pemerintah kolonial, hingga kisah musim kelaparan pada 1960-an ketika warga terpaksa mengonsumsi ubi beracun dan bulgur untuk bertahan hidup.

"Semua data yang kami dapatkan berasal dari cerita warga. Tidak ada di jurnal ataupun buku. Cerita-cerita itulah yang kemudian kami rayakan dalam Kande Yi Sora," katanya.
Harni berharap Kande Yi Sora dapat menjadi agenda budaya tahunan yang terus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Ke depan, penyelenggaraan festival diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemuda dan Karang Taruna Palatiga dengan para seniman berperan sebagai kolaborator.
"Kami ingin perayaan ini terus hidup dari tahun ke tahun karena yang dirayakan adalah kehidupan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan dan pelestarian budaya terus tumbuh di Kota Baubau," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....