Kunjungi Benteng Wolio, Fadli Zon: Aset Budaya yang Luar Biasa
- 12 Jul 2026 19:33 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan Benteng Wolio atau Benteng Keraton Buton di Kota Baubau merupakan salah satu aset budaya yang luar biasa. Dibangun oleh masyarakat Kesultanan Buton, bukan peninggalan bangsa kolonial.
Karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi, pemerintah berkomitmen memperkuat upaya pelindungan, pelestarian, dan pemanfaatan kawasan bersejarah tersebut. Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat mengunjungi Kawasan Benteng Keraton Wolio, Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut. Menteri Kebudayaan didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, Forkopimda, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh adat Kesultanan Buton.

Menurut Fadli Zon, Benteng Keraton Wolio mulai dibangun pada abad ke-16 pada masa Sultan Buton ke-III, La Sangaji dan diselesaikan pada masa Sultan Buton ke-IV. Benteng sepanjang sekitar 2.750 meter itu dibangun menggunakan batu karang dan batu kapur, serta dilengkapi 12 pintu gerbang (lawa) dan 16 bastion sebagai sistem pertahanan.
"Ini dibuat bukan oleh Belanda, bukan oleh Portugis, tetapi oleh masyarakat Buton pada masa kesultanan. Ini benteng yang luar biasa, sebagai benteng yang terbesar, bisa dibilang begitu karena tidak ada pembandingnya di tempat lain," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga berziarah ke makam Sultan Murhum, sultan pertama yang membawa Kerajaan Buton bertransformasi menjadi Kesultanan Islam. Mengunjungi Batu Yigandangi, Batu Popaua, Lawana Lanto hingga menikmati semilir angin di kawasan Masjid Agung Keraton.
"Wilayah ini tertata dengan baik karena berada di puncak bukit dan mengarah ke Pelabuhan Murhum," imbuhnya.

Menurutnya, Benteng Keraton dan situs-situs sejarah di sekitarnya menjadi saksi penting perjalanan peradaban Buton yang harus terus dijaga.
Fadli Zon mengatakan Benteng Keraton Buton telah berstatus sebagai cagar budaya nasional. Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan mendorong sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemkot Baubau untuk memperkuat pelindungan, konservasi, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kawasan cagar budaya tersebut.
"Mungkin nanti ada beberapa situs, termasuk makam Sultan Murhum dan Makam Pahlawan Nasional bisa menjadi Cagar budaya Nasional juga. Nanti kita akan bekerjasama untuk pemakuan kebudayaan," ujarnya.
Politisi Gerindra itu berharap upaya pelestarian itu tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata budaya di Baubau sehingga semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang mengenal sejarah, budaya, panorama alam, dan kekayaan kuliner khas Buton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....