Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Baubau Libatkan WBP Kelola Lahan Pertanian

  • 26 Jun 2026 18:13 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui kegiatan penyiraman dan penggemburan tanah di area branggang Lapas sebagai bagian dari pengembangan sektor pertanian dan dukungan terhadap program ketahanan pangan, Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan yang dipandu oleh jajaran Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) tersebut diikuti oleh warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian bidang pertanian. Selain melakukan perawatan lahan, para peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai teknik dasar budidaya tanaman yang baik dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan di lingkungan Lapas.

"Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya diajarkan cara merawat lahan pertanian, tetapi juga diberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.

Menurut Abdul Waris, penyiraman dan penggemburan tanah merupakan tahapan penting dalam perawatan lahan pertanian untuk menjaga kelembapan dan kesuburan tanah sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Kalapas menjelaskan, pemanfaatan area branggang sebagai lahan produktif merupakan implementasi nyata dari salah satu Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur (idle) di Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan).

Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, program tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter, peningkatan produktivitas, dan penguatan keterampilan warga binaan.

Abdul Waris berharap keterlibatan aktif warga binaan dalam berbagai kegiatan pertanian mampu memberikan pengalaman dan keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, baik untuk berwirausaha maupun bekerja di sektor pertanian.

"Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, kami berharap warga binaan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat,"pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....