Strategi Ali Hasan Perkuat Layanan Damkar dan Penyelamatan Baubau

  • 21 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kepemimpinan La Ode Ali Hasan sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau menunjukkan arah awal yang strategis. Ia mendorong penguatan layanan melalui penambahan posko dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang akibat El Nino.

Saat ini, Damkar Baubau telah memiliki tiga posko yang tersebar di Kecamatan Betoambari, Bungi, dan Wolio. Namun, cakupan tersebut dinilai belum cukup untuk menjangkau seluruh wilayah secara cepat, khususnya kawasan padat penduduk dan daerah yang jauh dari markas komando.

Untuk itu, pihaknya menargetkan pembentukan delapan posko dalam empat tahun ke depan sesuai rencana pembangunan daerah. Tahun ini, tiga posko baru diprioritaskan, masing-masing di Kecamatan Sorawolio, Betoambari, dan Batupoaro. Posko di Sorawolio bahkan sudah siap difungsikan dan tinggal menunggu peresmian.

“Kita upayakan penambahan posko agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari jangkauan Damkar,”ujar La Ode Ali Hasan, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko kebakaran lahan dan perkebunan saat musim kemarau. Pengawasan rutin dan antisipasi dini menjadi kunci agar potensi kebakaran tidak meluas dan dapat ditangani lebih cepat.

“Menghadapi musim kemarau panjang dan El Nino, pengawasan serta antisipasi kebakaran harus dilakukan setiap saat,”tegasnya.

Selain memperluas jangkauan posko, Ali Hasan juga melakukan inovasi pada sarana prasarana. Salah satunya dengan memanfaatkan kendaraan milik pemerintah kota Baubau yang tidak terpakai bertahun-tahun.

Ia mengatakan, melalui perbaikan dengan biaya sekitar Rp50 juta, kendaraan tersebut kini siap dioperasikan sebagai armada pemadam. Hal itu katanya, jauh lebih efisien dibandingkan pembelian unit baru yang mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Ke depan kata Ali Hasan, setiap posko ditargetkan memiliki dua unit kendaraan, yakni mobil pemadam utama dan mobil pendukung penyuplai air. Skema ini diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman tanpa harus bolak-balik mengambil air saat terjadi kebakaran.

Namun diakuinya, selain masih membutuhkan tambahan enam armada mobil, pihaknya juga dihadapkan keterbatasan personel. Saat ini, Damkar Baubau masih kekurangan tenaga operasional, termasuk sopir dan petugas pendukung yang akan bertugas di Posko.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ali Hasan mengatakan telah berkoordinasi dengan BKPSDM guna membuka peluang rekrutmen melalui skema PPPK.

Ia memperkirakan kebutuhan personel mencapai 80 orang dalam empat tahun ke depan. Untuk tahun ini saja, setidaknya dibutuhkan tambahan 30 hingga 40 personel agar posko-posko baru dapat berfungsi optimal.

Di tengah efesiensi anggaran, Damkar Baubau juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Sejumlah BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta turut dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran dan penyelamatan, baik melalui dukungan fasilitas maupun simulasi penanganan kebakaran secara berkala.

“Target kami, waktu respons penanganan kebakaran bisa ditekan hingga di bawah 15 menit meski kondisi lalu lintas semakin padat,”katanya.

Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan hidran dan bak penampungan air yang ada di kawasan padat penduduk guna mendukung percepatan suplai air saat proses pemadaman berlangsung.

Dengan berbagai langkah tersebut, Damkar dan Penyelamatan Baubau optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....