Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Dua Bulan Sekaligus di Kota Baubau

  • 30 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Program bantuan pangan nasional mulai disalurkan di Kota Baubau dengan menyasar 14.926 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini hadir sebagai langkah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga pasca momentum Idulfitri.

Penyaluran dilakukan oleh Perum Bulog Cabang Baubau dengan skema dua bulan alokasi sekaligus, yakni Februari dan Maret. Setiap KPM menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga total yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak.

Kepala Cabang Bulog Baubau, Ritno menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari intervensi pemerintah dalam pengendalian harga dan penguatan daya beli masyarakat.

“Secara prinsip, bantuan ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 30 Maret 2026.

Suasana Penyaluran Bantuan Pangan Nasional di Kantor Lurah Bataraguru, Kecamatan Wolio Kota Baubau, Senin, 30 Maret 2026 siang (Foto: RRI/Arul)

Ia menambahkan, total penerima manfaat yang mencapai 14.926 KPM telah ditetapkan berdasarkan data pemerintah, sehingga Bulog berfokus pada ketepatan distribusi di lapangan.

Ritno menyebut proses penyaluran sempat mengalami penyesuaian karena bertepatan dengan periode libur Idulfitri. Namun, distribusi tetap dilakukan secara bertahap dan kini mulai dipercepat dengan menjangkau sejumlah kecamatan, yang dimulai sejak Kamis, 26 Maret 2026 di Kecamatan Wolio yang memiliki sekitar 3.857 KPM.

Untuk teknis distribusi, bantuan disalurkan melalui titik bagi di kantor kelurahan. Masyarakat penerima akan mendapatkan undangan resmi untuk mengambil bantuan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Bulog menyalurkan hingga titik distribusi, kemudian pemerintah kelurahan yang mengatur pembagian kepada masyarakat berdasarkan undangan,” jelasnya.

Ritno berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya dan tidak untuk dijual kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....