Ekspor UMKM Kopi dan Kakao Kian Diminati Pasar Global
- 09 Mar 2026 14:41 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kementerian Perdagangan menyebut sejumlah produk UMKM Indonesia mulai menunjukkan tren peningkatan permintaan di pasar global, terutama komoditas seperti kopi dan kakao yang kini semakin diminati di berbagai negara.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, tren tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Menurutnya, selama ini ekspor Indonesia memang masih didominasi oleh komoditas besar seperti minyak kelapa sawit (CPO), bahan bakar minyak, serta produk besi dan baja. Namun dalam beberapa tahun terakhir, produk yang dihasilkan UMKM juga mulai menunjukkan peningkatan di pasar internasional.
“Kalau kita melihat trennya, ternyata ada peningkatan ekspor untuk komoditas yang berkaitan dengan UMKM, misalnya kopi. Kopi ini lagi naik daun di mana-mana, banyak pasar luar negeri yang ternyata suka dengan kopi kita,” ujarnya saat kunjungan ke Mal Pelayan Publik, Senin, 9 Maret 2026.
Selain kopi, permintaan terhadap kakao atau cokelat Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan di pasar global. Hal ini dinilai membuka peluang baru bagi pelaku usaha di daerah untuk mengembangkan produk olahan berbasis komoditas tersebut.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan peluang ekspor tersebut melalui berbagai program pendampingan dan promosi perdagangan.
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan kinerja positif dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia bahkan mencatat surplus perdagangan secara konsisten.
“Kalau kita melihat dari segi neraca perdagangan, selama ini ekspor kita memang lebih besar dibandingkan impor. Kita sudah lima tahun terakhir selalu surplus,” kata dia.
Nilai surplus perdagangan Indonesia tercatat berada di kisaran 41,05 miliar dolar AS. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja ekspor nasional masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian.
Selain komoditas pangan dan perkebunan, produk berbasis industri halal juga dinilai memiliki peluang besar di pasar global. Indonesia sendiri menargetkan menjadi pusat industri halal dunia dengan memanfaatkan potensi besar dari sektor makanan dan minuman hingga produk kecantikan.
“Permintaan terhadap produk halal juga semakin meningkat. Indonesia bukan hanya menjadi pasar, tetapi juga bisa menjadi pemasok produk halal untuk pasar global,” ujarnya.
Dengan berbagai potensi tersebut, pemerintah berharap pelaku UMKM di berbagai daerah dapat terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta konsistensi pasokan agar mampu bersaing di pasar internasional.