Indeks Kepercayaan Industri Semakin Membaik

  • 01 Feb 2025 08:49 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Setelah melewati tahun 2024 yang penuh tantangan, industri manufaktur optimistis bahwa tahun 2025 akan lebih baik.

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia bulan Desember 2024 menunjukkan bahwa industri manufaktur telah berhasil rebound pada level ekspansif (51,2), setelah sebelumnya terkontraksi selama lima bulan berturut-turut.

Ekspansi PMI manufaktur didukung oleh peningkatan pesanan baru, baik domestik maupun ekspor, serta peningkatan aktivitas pembelian bahan baku oleh perusahaan yang merupakan prospek positif sektor manufaktur.

Demikian pula dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia pada triwulan IV - 2024 yang menunjukkan ekspansi sebesar 51,58%, atau lebih tinggi dari nilai kuartal III-2024 (51,54%), dengan mayoritas komponen pembentuknya yaitu Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Total Pesanan, Volume Produksi, dan Penerimaan Barang Pesanan Input mengalami ekspansi.

Tidak berbeda dengan kondisi tersebut, pada bulan Januari 2025, Indeks Kepercayaan Industri juga menunjukkan ekspansi yang semakin menguat.

“Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Januari 2025 berada di posisi ekspansi dengan mencapai 53,10. IKI Januari 2025 meningkat 0,17 poin dibandingkan dengan bulan Desember 2024, dan meningkat 0,75 poin dibandingkan dengan Januari tahun lalu,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif, Kamis (30/1).

Dalam 100 hari Kabinet Merah Putih, IKI semakin menguat. Sebelumnya, IKI November 2024 juga berada di level ekspansi sebesar 52,95.

Meningkatnya IKI bulan Januari ini ditopang oleh ekspansi 20 subsektor dengan kontribusi terhadap PDB industri pengolahan non-migas Triwulan III tahun 2024 sebesar 95,5%. Selain itu, peningkatan IKI bulan Januari ini juga dipengaruhi oleh berekspansinya seluruh variabel pembentuk IKI, yaitu pesanan baru, produksi dan persediaan.

Variabel pesanan baru mengalami ekspansi dengan peningkatan sebesar 2,03 poin dibanding bulan sebelumnya menjadi 52,74. Hal ini selaras dengan kondisi pada bulan Desember ketika perusahaan menerima pesanan baru dan sedang bersiap menghadapi peningkatan permintaan di tahun 2025. Di sisi lain, variabel produksi tetap mengalami ekspansi sebesar 53,39, meskipun turun 2,14 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Januari ini, industri sedikit menurunkan produksi dibandingkan produksi Desember 2024. Ini karena stok barang dari peningkatan produksi di bulan sebelumnya masih banyak, sebagai antisipasi rencana kenaikan PPN 12 persen di tahun lalu.

Rekomendasi Berita