Lonjakan Kasus Pencurian di Pesawat, Sindikat Kejahatan Terorganisir

  • 29 Jun 2025 20:51 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Polisi Bandara Singapura mengungkap bahwa peningkatan kasus pencurian di dalam kabin pesawat di kawasan Asia, termasuk Singapura, disebabkan oleh sindikat kejahatan terorganisir yang beroperasi secara cermat dan terstruktur. Modus operandi mereka melibatkan penerbangan jarak pendek dengan waktu transit singkat, untuk mencuri barang-barang kecil dari penumpang yang lengah. Dalam beberapa kasus, pelaku langsung melanjutkan penerbangan keluar Singapura, sehingga menyulitkan proses pelacakan dan penangkapan.

Salah satu wilayah yang paling parah terdampak adalah Hong Kong, yang mencatat 169 kasus pencurian dalam pesawat selama sepuluh bulan pertama 2024, dengan kerugian mencapai HK$4,32 juta atau sekitar S$700.000. Sementara itu, Malaysia juga melaporkan lonjakan signifikan, dengan 146 laporan sepanjang periode yang sama, meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Taktik yang umum digunakan pelaku mencakup pembelian tiket mendadak, tanpa bagasi tercatat, dan sering berpindah antar maskapai serta rute untuk menghindari deteksi.

Di Singapura, sepanjang Januari hingga Mei 2025, tiga orang telah didakwa atas kasus pencurian dalam pesawat, meningkat dari satu orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dua warga negara Tiongkok ditangkap dan didakwa pada 4 Juni setelah mencuri uang tunai dan kartu debit dari penumpang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Singapura. Kejadian ini menambah daftar panjang pelaku dari Tiongkok yang terlibat dalam kasus serupa.

Kepolisian Bandara menggunakan berbagai teknologi, termasuk analisis data dan robot patroli, untuk mengidentifikasi pola perilaku mencurigakan dan mencegah tindak kejahatan di area bandara, termasuk pencurian di toko transit. Sejak 2023, robot keamanan dilibatkan untuk memperkuat kehadiran polisi, dilengkapi sensor, kamera, dan sistem komunikasi publik. Robot baru bernama Gibson yang dapat mengangkut petugas polisi direncanakan meluncur akhir 2025.

Organisasi Transportasi Udara Internasional (IATA) juga menyuarakan kekhawatiran atas peningkatan kasus pencurian dalam pesawat secara global, terutama di Asia. Dengan semakin pulihnya aktivitas penerbangan pasca pandemi, pihak berwenang di berbagai negara terus meningkatkan koordinasi dan upaya deteksi dini terhadap sindikat lintas negara yang memanfaatkan celah keamanan selama penerbangan dan di bandara internasional.

Rekomendasi Berita