BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen, Fokus Stabilitas Rupiah

  • 20 Feb 2026 14:48 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dinamika eksternal dan kondisi domestik yang berkembang. Langkah mempertahankan BI-Rate dinilai sejalan dengan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah. Ketidakpastian pasar keuangan global masih tergolong tinggi dan memerlukan respons kebijakan yang terukur.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatkan, kedepannya Bank Indonesia akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial. BI tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate yang sejalan dengan prakiraan inflasi 2026-2027 agar tetap terkendali sesuai sasaran 2,5±1%.

"Kami memastikan respons kebijakan tetap adaptif terhadap perubahan kondisi global. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi landasan dalam implementasi kebijakan tersebut," ujarnya saat konferensi pers daring, Kamis, 19 Februari 2026.

Perry melanjutkan, suku bunga Deposit Facility tetap berada di angka 3,75 persen. Sementara suku bunga Lending Facility dipertahankan sebesar 5,50 persen. Sedangkan, Transmisi kebijakan moneter menjadi perhatian utama agar dampak pelonggaran dapat dirasakan sektor riil, khususnya peningkatan kredit dan pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor prioritas pemerintah.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara pro-growth. Koordinasi instrumen moneter dan makroprudensial ditempuh untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan ekspansi.

Secara keseluruhan, bauran kebijakan Bank Indonesia difokuskan pada stabilitas dan pertumbuhan yang berimbang. Stabilitas nilai tukar diharapkan memperkuat fundamental ekonomi domestik. Keputusan RDG mencerminkan konsistensi langkah menjaga kredibilitas kebijakan di tengah tekanan global.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita