OJK Perkuat Literasi Asuransi Generasi Muda di UNEJ
- 16 Feb 2026 14:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Otoritas Jasa Keuangan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian dengan menyasar generasi muda sebagai prioritas. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi ketahanan keuangan masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Penguatan komitmen itu disampaikan dalam kuliah umum Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun bertajuk “Insights for the Future” di Universitas Jember, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan peserta dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK Ogi Prastomiyono menegaskan, edukasi sejak dini dinilai krusial agar mahasiswa mampu memahami perlindungan risiko secara komprehensif. Pendekatan tersebut juga mendorong lahirnya keputusan finansial yang rasional dan berkelanjutan.
"OJK menempatkan kampus sebagai ruang strategis untuk memperluas pemahaman industri keuangan. Forum ini juga menjadi sarana penyampaian arah kebijakan sektor perasuransian secara terbuka," jelasnya.
Ogi melanjutkan mahasiwa perlu kesiapan menghadapi risiko dalam kehidupan sehari-hari. Posisi asuransi sebagai instrumen mitigasi yang sistematis. OJK mendorong agar pemahaman ini tertanam kuat di kalangan generasi muda.
Mekanisme asuransi memungkinkan pengalihan potensi kerugian finansial kepada perusahaan asuransi. Skema tersebut menjaga stabilitas ekonomi individu saat risiko terjadi. Namun efektivitas perlindungan sangat bergantung pada tingkat literasi masyarakat. Karena itu, penguatan edukasi menjadi agenda berkelanjutan regulator.
“Risiko merupakan bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah kesiapan dalam mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi," ujar Ogi. Pernyataan tersebut menekankan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025, indeks literasi asuransi tercatat 45,45 persen. Sementara indeks inklusi asuransi masih berada di angka 28,50 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara pemahaman dan pemanfaatan produk. Kondisi ini menjadi dasar percepatan program edukasi yang lebih terarah. Ogi kembali menekankan pentingnya perencanaan perlindungan dalam siklus hidup manusia.
“Karena siklus hidup manusia membutuhkan perlindungan terhadap risiko jiwa, kesehatan, dan keuangan, kami mendorong generasi muda untuk mengelola keuangannya secara efektif, serta perlu memikirkan mitigasi terhadap potensi kerugian terjadinya risiko di masa depan," lanjut Ogi.
Rektor UNEJ Iwan Taruna menyatakan sektor keuangan memiliki peran vital di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Penguatan pemahaman risiko perlu dilakukan secara sistematis di lingkungan akademik. Kolaborasi regulator dan kampus dinilai memperkaya perspektif mahasiswa.
“Kegiatan ini sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang sangat fluktuatif, baik nasional maupun global. Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penandatanganan kerja sama antara UNEJ dengan Asuransi Central Asia dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset, penguatan sumber daya manusia, serta peluang beasiswa tematik asuransi jiwa. Langkah ini menegaskan sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan industri dalam memperluas literasi.