100 Anak Yatim Saba Baduy, Mengenal Toleransi dan Kearifan Kampung Gajeboh

  • 01 Agt 2023 21:08 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menginisiasi sebuah kegiatan bertajuk Yatim Berbudaya “Saba Baduy”. Kegiatan ini dilakukann untuk memberi ruang bagi anak anak yatim mengenal lebih dekat tentang adat, budaya, dan kearifan suku Baduy Luar.

Pada Sabtu-Minggu (29-30/7/2023) lalu, LPM Dompet Dhuafa mengajak 100 anak yatim yang berasal dari Jabodetabek untuk mengunjungi dan bermalam di Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan dan pembekalan karakter bagi anak yatim khususnya kebudayaan tentang Baduy, baik Baduy Luar maupun suku Baduy Dalam," ujar General Manager Layanan Sosial dan Advokasi Dompet Dhuafa, Arif Rahmadi Haryono.

Baca juga:

Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri

Berbagai kegiatan menarik yang dapat menambah pengalaman anak-anak dihadirkan dalam kegiatan ini. Seperti Sharing Session dengan Ayah Karmain, penduduk asli Suku Baduy Dalam, pembuatan tenun dan benang, yang menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Baduy, pembuatan tas rajut, dan penampilan musik tradisional khas Baduy.

"Terima kasih tentunya kepada masyarakat Baduy yang sudah menerima kami. Karena kita ini pendatang dan tamu, maka tolong jaga sikap, jaga perilaku, dan jaga kebersihan. Nanti teman-teman akan bisa belajar, bisa melihat secara langsung bagaimana Suku Baduy sebagai salah satu suku adat yang memegang teguh budaya dan adat istiadatnya" ucap Arif.

Baca juga:

Kolaborasi Lintas Organisasi Bantu Warga Baduy Operasi Katarak

Dengan adat istiadat dan tradisi yang masih sangat terjaga, Dompet Dhuafa ingin mengenalkan kepada anak-anak juga memberikan pengalaman, pengetahuan dan pembelajaran bagi mereka.

“Anak-anak bisa membawa bekal tentang toleransi, juga mengenal kearifan lokal, supaya ini bisa menjadi bekal anak-anak ke depan bahwa dunia ini tidak hanya ada di dalam gadget saja. Masyarakat di sini bisa hidup tanpa gadget, tanpa listrik tapi mereka bisa bertahan hidup bertahan hidup berdampingan dengan alam tanpa merusak alam," kata dia.

Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini disambut baik masyarakat Baduy, utamanya sekitar kampung Gajeboh. Ayah Karmain selaku perwakilan warga Baduy Dalam berharap hadirnya anak-anak di sini dapat mendapat banyak pelajaran dan bisa menambah ilmu dan wawasan untuk anak-anak.

Baca juga:

Gelar Seba, Ribuan Warga Baduy Mulai Berdatangan

“Kalau kedatangan anak-anak dari Dompet Dhuafa, kami merasa bungah (bangga) dan gembira karena kami di sini ada semacam amanah yang namanya anak yatim itulah kita harus bisa membantu ke anak yatim karena itu kewajiban. Meski malam ini emang nginepnya sangat sederhana, tapi memang aturan adat kami seperti ini.,” ujar Ayah Karmain

Zidni Agnia Ilman (17), salah satu peserta dari Bekasi mengaku takjub dengan keindahan dan budaya masyarakat Baduy.

Seneng banget bisa ke sini, karena belum pernah ke Baduy sebelumnya. emang pengen ke Baduy. Saya dapat pelajaran untuk bisa bertahan hidup dengan kondisi seadanya, apalagi tanpa listrik tanpa sinyal, apalagi pemandangannya masih asri. Perjalanannya juga seru banget,” kata Zidni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....