Gunung Anak Krakatau Siaga, Wisata Pantai Pandeglang Dipastikan Tetap Aman

  • 06 Jul 2026 15:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kendati status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga), aktivitas pariwisata di kawasan pantai selatan Kabupaten Pandeglang, termasuk destinasi populer seperti Pantai Carita, dipastikan tetap berjalan normal. Pihak otoritas terkait menegaskan bahwa tidak ada dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan maupun aktivitas warga di sepanjang pesisir Selat Sunda hingga saat ini.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pandeglang, Ade Ervin, memastikan objek wisata pantai di wilayahnya berada dalam kondisi aman karena lokasinya berada jauh di luar radius bahaya yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Untuk wisatawan maupun masyarakat yang berada di kawasan Pantai Selat Sunda masih sangat aman. Jaraknya berada di luar radius yang ditetapkan, yakni 2 hingga 3 kilometer dari Anak Gunung Krakatau," ujar Ade Ervin, Senin 6 Juli 2026.

Ade menjelaskan bahwa pembatasan akses hanya diberlakukan bagi wisatawan yang berniat melakukan kunjungan langsung ke kawasan gunung api tersebut. Namun saat ini wisatawan dilarang keras untuk mendekati atau mendarat di Pulau Anak Krakatau, Adapun untuk berwisat di sekitar Pantai Selatan Banten masih diperbolehkan selama tetap mematuhi batas aman yang telah ditentukan.

Hingga memasuki periode libur sekolah saat ini, Balawista mencatat belum ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Pandeglang Selatan. Tingkat okupansi hotel maupun kunjungan ke objek wisata pantai disebutnya masih berjalan seperti biasa tanpa adanya kekhawatiran berlebihan dari para pelaku usaha maupun wisatawan.

"Kami terus memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Kita belajar dari berbagai kejadian sebelumnya sehingga kewaspadaan tetap menjadi prioritas," kata Ade.

Terkait maraknya informasi mengenai potensi tsunami yang sempat beredar di media sosial, Ade menegaskan, informasi tersebut adalah hoaks dan tidak memiliki dasar faktual. Pihaknya pun terus mengintensifkan edukasi serta imbauan kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu memantau perkembangan informasi resmi dari instansi berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....