Ekowisata Pandeglang Makin Bergeliat, Pendaki Diminta Lestarikan Alam

  • 21 Jun 2026 20:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Industri ekowisata di Kabupaten Pandeglang, Banten, menunjukkan geliat yang tinggi, dengan semakin banyaknya para pendaki gunung yang berdatangan, baik ke Gunung Karang, Pulosari maupun Gunung Aseupan. Kondisi ini menunjukkan bahwa alam Kabupaten Pandeglang potensial untuk terus dikembangkan sebagai destinasi ekowisata.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP & Ekraf) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki mengatakan, semakin banyaknya basecamp pendakian yang dibuka dan diberikan izin oleh pemerintah, menunjukkan semakin membaiknya dukungan masyarakat terhadap ekowisata. Karena pemerintah tidak akan memberikan izin, jika tidak ada dukungan dan jalinan kolaborasi antara pengelola ekowisata dengan masyarakat setempat.

Hal ini dikatakan Mia saat peresmian Jalur Pendakian Ekowisata Gunung Karang “Golden Sunrise Cinyurup” di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu, 20 Juni 2026.

Mia menuturkan, dalam pembukaan jalur pandakian yang diklaim ramah untuk family trip yang bertema “Besama Menjaga Alam, Pariwisata Berkelanjutan” itu, bergeliatnya ekowisata akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah setempat.

“Jaga kolaborasi ini sebaik mungkin, sehingga menjadi kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Mia.

Sementara tokoh masyarakat yang juga Ketua RW Kampung Cinyurup, Juli menegaskan, unsur mistis dan religius masih menjadi fondasi kuat di masyarakat dan kawasan Gunung Karang. Untuk itu, ia menekankan agar para pendaki, menghormati kearifan lokal dan ikut menjaga alam agar tetap lestari.

“Gunung hejo masyarakat bisa ngejo, gunung lestari masyarakat seuri (gunung hijau masyarakat bisa memasak, gunung lestari masyarakat tersenyum-red),” katanya.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Perhutani Gunung Karang, Muklis mengingatkan, para pendaki harus ingat tiga pilar yang harus dijaga di Gunung Karang, yakni pilar lingkungan artinya menjaga alam, pilar religi artinya berpegang teguh sesuai ajaran agama dan pilar konservasi artinya menjaga sumber daya yang ada di gunung agar tidak punah.

Sementara Pengurus Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut, Gojali yang juga pengelola Basecamp Cinyurup meminta, para pendaki selalu menjaga kekompakan dan menjaga tutur kata. Karena keberhasilan pendakian bukan sampai puncak tetapi bisa kembali dengan selamat.

“Tanya ke panitia atau pemandu, daerah mana saja yang tidak boleh dilalui pendaki, demi keselamatan bersama,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....