Seba Baduy 2026 Hadirkan UMKM dan Tradisi Daerah
- 23 Apr 2026 09:53 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pelaksanaan Seba Baduy 2026 di Kabupaten Lebak akan menghadirkan sejumlah inovasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah daerah berupaya memperkaya rangkaian kegiatan dengan melibatkan lebih banyak unsur budaya dan ekonomi masyarakat.
Pada tahun ini, kegiatan Seba Baduy tidak hanya menampilkan tradisi adat, tetapi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran UMKM diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan atraksi pengrajin tenun Baduy yang menampilkan proses menenun secara langsung. Para pengrajin akan membawa alat tenun tradisional lengkap untuk memperlihatkan keahlian mereka.
Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menyaksikan pembuatan tas koja, yaitu tas rajut khas Baduy yang terbuat dari serat kulit pohon. Proses ini menjadi daya tarik tersendiri karena menunjukkan kearifan lokal yang masih terjaga.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, menyampaikan Seba Baduy tahun ini dirancang lebih inklusif. “Kami ingin Seba Baduy tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan UMKM,” ujarnya di Rangkasbitung, Rabu, 22 April 2026.
Ia menambahkan kolaborasi antara budaya dan ekonomi kreatif menjadi kunci dalam memperkuat identitas daerah. “Harapannya, kegiatan ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lebak, khususnya warga Baduy,” kata Yosep.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta meramaikan kegiatan tahunan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi leluhur. “Seba Baduy adalah tradisi karuhun yang harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat Lebak untuk hadir dan meramaikan kegiatan ini,” ujar Hasbi.
Menurutnya, kehadiran masyarakat tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap budaya, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial. “Ini juga menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi antara warga Lebak dan masyarakat adat Baduy,”ucapnya.
Dalam pelaksanaan tahun ini, pengunjung juga akan diperkenalkan dengan proses pengolahan gula aren khas Baduy. Demonstrasi ini diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus menarik minat terhadap produk lokal.
Berbagai kegiatan UMKM lainnya juga akan meramaikan acara, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan tangan khas daerah. Hal ini menjadi bukti bahwa Seba Baduy tidak hanya berfokus pada budaya, tetapi juga ekonomi kreatif. Seba Baduy sendiri merupakan bentuk persembahan masyarakat Baduy kepada Pemerintah Kabupaten Lebak.
Tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol ketaatan dan hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Tahun ini, kegiatan tersebut juga direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan negara tetangga, komunitas, serta lembaga adat dan pariwisata. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperluas promosi budaya Baduy ke tingkat internasional.
Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, Seba Baduy 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata yang berdampak luas bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....