DPRD Lebak Soroti Proyek Agrowisata Cikapek
- 29 Apr 2026 02:08 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Proyek pembangunan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah kritik muncul dari berbagai elemen masyarakat terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Menanggapi hal itu, DPRD Kabupaten Lebak berencana memanggil Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk meminta penjelasan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap penggunaan anggaran daerah.
Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, mengatakan pemanggilan tersebut penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai perencanaan.
Ia menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab dalam mengawasi pembangunan daerah.
“Pemanggilan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan,” ujar Juwita, Selasa, 28 April 2026.
Sorotan terhadap proyek ini menguat setelah adanya kritik dari masyarakat dan aktivis mahasiswa. Salah satunya datang dari Kumpulan Mahasiswa Lebak (Kumala) yang mempertanyakan efektivitas pembangunan kawasan wisata tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek Agrowisata Cikapek telah menyerap anggaran sekitar Rp 12,1 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Lebak serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten.
Juwita menilai kritik yang disampaikan masyarakat harus dipandang sebagai masukan konstruktif.
Menurutnya, partisipasi publik penting untuk mendorong perbaikan pembangunan.
“Kritik dari masyarakat tentu harus kita jadikan bahan evaluasi agar pembangunan ke depan lebih baik,” katanya.
Ia memastikan DPRD telah menjalankan fungsi pengawasan sejak tahap awal pembangunan. Pengawasan dilakukan pada proyek tahun anggaran 2024 maupun 2025. Menanggapi anggapan bahwa pemerintah lebih fokus membangun destinasi baru dibanding memperbaiki objek wisata lama, Juwita menilai keduanya harus berjalan seimbang.
“Pengembangan pariwisata tidak bisa hanya fokus pada satu sisi. Kita harus menyeimbangkan antara pembangunan baru dan perbaikan yang sudah ada,” katanya.
DPRD Lebak juga berencana mengagendakan rapat koordinasi untuk membahas perkembangan proyek tersebut secara lebih mendalam. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas terkait progres pembangunan.
DPRD memastikan akan terus memantau pelaksanaan proyek melalui fungsi pengawasan. Hal ini dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan tidak menyimpang dari ketentuan.
Terkait transparansi anggaran, Juwita menegaskan seluruh proses pengadaan telah dilakukan secara terbuka. Ia menyebut mekanisme yang ada telah mengikuti aturan yang berlaku. “Semua proses pengadaan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
DPRD juga mendorong agar pengembangan Agrowisata Cikapek melibatkan masyarakat sekitar. Keterlibatan tersebut dinilai penting, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, kehadiran kawasan wisata harus mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.
“Pengembangan kawasan ini harus melibatkan masyarakat, terutama UMKM, agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan berbagai program pemerintah. “Mari sama-sama kita ikut serta dalam menjaga, membangun, dan memajukan daerah kita,” ujarnya.
Berdasarkan data, pembangunan Agrowisata Cikapek dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2024 menelan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar. Tahap lanjutan pada 2025 mencapai sekitar Rp 8,2 miliar hingga Rp 8,3 miliar. Total anggaran yang digelontorkan menunjukkan besarnya investasi pada sektor pariwisata.
Kawasan wisata ini dirancang berdiri di atas lahan sekitar 52 hektare. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari area parkir, masjid, rest area, pusat kuliner, hingga greenhouse, juga tersedia pula camping ground, miniatur Baduy, jalur trekking, hingga penginapan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
Pemerintah daerah menargetkan Agrowisata Cikapek menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Lebak. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....