Penuhi Permintaan Pasar, Warga Juhut Dilatih Buat Stik Bedug
- 16 Jul 2024 13:40 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) Kelurahan Juhut, Kabupaten Pandeglang, Banten, menginisiasi pelatihan pembuatan stik bedug. Berbekal sebuah mesin khusus, pelatihan ini langsung didampingi oleh dua mentor.
Ketua Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) Kelurahan Juhut, Tatang Mukhtasar mengatakan, pelatihan pembuatan stik ini menjadi salah satu solusi untuk memenuhi permintaan pasar. Selama ini belum banyak pengrajin stik bedug di Pandeglang. Padahal kebutuhan stik bedug cukup tinggi.
“Dengan mendatangkan mentor, sejumlah warga mengikuti pelatihan pembuatan stik bedug. Tentunya ini bisa menjadi nilai tambah atau penghasilan, untuk meningkatkan perekonomian warga kami,” katanya, Selasa (15/7/2024).
Baca juga: Gebrag Ngadu Bedug Didorong Jadi Agenda Nasional
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk pembinaan warga dibidang seni budaya. Mengingat Kelurahan Juhut merupakan pelopor perkembangan seni rampak bedug di Pandeglang. Tatang menyebut, pelatihan ini digelar selama dua hari dengan melibatkan lima orang warga.
“Kalau selama ini pembuatan stik bedugnya dilakukan secara manual atau biasanya kita beli. Ini juga untuk membina masyarakat khususnya yang masih muda di bidang seni budaya,” ucap dia.
Sementara Sekretaris BUMMAS Kelurahan Juhut, Endang menambahkan, stik bedug yang diproduksi menggunakan kayu mahoni. Pasalnya, kayu jenis tersebut dianggap lebih kuat sehingga bisa bertahan lama. Setiap satu stik bedug, memiliki ukuran panjang 40 cm.
Baca juga: Pawai Bedug di Pandeglang Diikuti "Raja" Hingga "Pocong"
“Selama ini kita kekurangan stok stik bedug. Ada 100 sekolah yang dapat bantuan bedug dari kementerian, dan stik bedug ini kebutuhan variabel karena banyak yang patah. Jadi, setiap bulan ada permintaan pembelian. Untuk itu, kita melakukan pembinaan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Endang menyebut, sejauh ini pihaknya sudah menerima pemesanan stik bedug sebanyak 100 buah dari sekolah-sekolah. Selain sekolah, stik bedug ini juga nantinya akan dipasarkan ke sejumlah sanggar seni di Banten. Kedepannya, warga juga akan dilatih untuk membuat produk lain dari bahan baku kayu, seperti stik drum dan cangkir kopi.
“Target produksi kita terus berlanjut, dan pemasarannya ke sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah. Karena sekolah maupun komunitas atau sanggar bedug, pasti memerlukan stik,” ucap Endang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....