Gebrag Ngadu Bedug Didorong Jadi Agenda Nasional

  • 21 Apr 2024 21:37 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Gebrag Ngadu Bedug yang diinisiasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang yang berkolaborask dengan Asosiasi Seniman Bedug berjalan sukses. Acara yang digelar selama tiga hari, 18-20 April 2024 itu menyedot ribuan massa yang tumpah ruah di Alun-alun Pandeglang.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, Gebrak Ngadu Bedug adalah sebuah terobosan untuk mengangkat kembali atau melestarikan tradisi yang dulu pernah berkembang di masyarakat Pandeglang menjadi agenda tahunan.

Baca juga:

Lestarikan Budaya Pandeglang, Gebrak Ngadu Bedug Kembali Digelar

"Masyarakat Pandeglang zaman dulu punya tradisi ngadu bedug, tradisi ini konon mulai tumbuh dan berkembang sekitar tahun 1950 sampai dengan tahun 1965. Setelah itu tradisi ngadu bedug eksistensinya turun naik bahkan sempat terhenti sementara karena beberapa faktor," kata Irna saat penutupan acara Gebrak Ngadu Bedug di Alun-alun Pandeglang, Sabtu (20/4/2024).

Menurutnya, dari tradisi ngadu bedug melahirkan kreasi-kreasi baru, sehingga munculah perubahan bentuk dari tradisi ngadu bedug menjadi kesenian Rampak Bedug. Maka dia akan mencangkan kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan. Bahkan menjadi agenda nasional.

"Kesenian Rampak Bedug mampu menarik minat kalangan anak muda Pandeglang, sehingga munculah event-event festival. Kedepan setelah Idulfitri kita adakan event Gebrag Ngadu Bedug lagi. Tahun ini baru kita anggarkan kurang lebih Rp222 juta. Bahkan nanti akan kita dorong untuk bisa menjadi agenda event nasional kepada kementerian pariwisata," katanya.

Baca juga:

Pawai Bedug di Pandeglang Diikuti "Raja" Hingga "Pocong"

Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Jultika mengatakan, pihaknya akan berupaya dan terus mengawal agar event ini menjadi yg bisa konsisten dilaksanakan setiap tahun.

"Disparbud akan terus berupaya mengawal dan mendampingi para Asosiasi Seniman Bedug Pandeglang agar harapan ini bisa terwujud," katanya.

Seniman Bedug Endang Suhendar menjelaskan, Gebrak Ngadu Bedug tahun ini merupakan kedua kalinya yang diikuti 20 kampung. Menurut Endang, kegiatan ini mampu menyedot perhatian khalayak ramai.

Baca juga:

Kelas Gamelan Sunda, Upaya PCH Lestarikan Seni Musik Tradisional

"Itu pun jika tidak kita hentikan pesertanya mungkin akan lebih dari 20 kampung. Pembatasan lebih ke hal teknis penyelenggaraan event, pertama karena terbatasnya anggaran fasilitasi dan juga karena pertimbangan keterbatasan luas area," ujar Endang.

Adapun hasil Gebrag Ngadu Bedug tahun 2024, jawara gebrag diraih oleh Kampung Kadu Kupa, jawara tilingtit Kampung Cihaseum, jawara cipta lagu tilingtit Kampung Cigukudug, jawara saung ranggon Kampung Ciledug, jawara congcot Kampung Parungsentul, jawara kampung Kampung Salabentar, jawara arak-arakan Kampung Juhut, jawara umum Kampung Cipacung 2.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....