Pawai Bedug di Pandeglang Diikuti "Raja" Hingga "Pocong"

  • 19 Apr 2024 22:41 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Gebrak Ngadu Bedug yang digelar di Alun-alun Pandeglang, memasuki hari kedua. Salah satu rangkaian acara yang menarik perhatian di hari kedua adalah parade bedug dari 20 kampung yang menjadi peserta.

Sambil menabuh bedug dan menyanyikan yel-yel, puluhan kampung itu mengelilingi Alun-alun Pandeglang sembari membawa papan nama kampungnya masing-masing, layaknya defile.

Baca juga:

Lestarikan Budaya Pandeglang, Gebrak Ngadu Bedug Kembali Digelar

Uniknya, tidak hanya beradu tabuhan bedug dan yel-yel, setiap kampung juga menampilkan kostum yang unik. Mulai dari kostum ala kerajaan, pakaian tradisional, hingga pocong.

“Jadi kenapa harus meriah dari segi kostum, kekompakan, kemudian dekorasi, itu menjadi penilaian dari kami. Tadi juga sudah terlihat bagaimana ramainya kostum unik, ada yang menggunakan kostum kerajaan, bahkan pocong ada,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan, Ami Jumat (19/4/2024).

Dia mengatakan, agenda arak-arakan bedug di hari kedua, karena pada hari pertama pembukaan Gebrag Ngadu Bedug, Kamis (18/4/2024) lokasi acara diguyur hujan.

Baca juga:

Swara Jalawara Hawara, Pertunjukan Musik dari Tradisi Huma

“Meskipun terdapat kendala cuaca, tapi tidak menyurutkan semangat para peserta untuk meramaikan Gebrag Ngadu Bedug, khususnya arak-arakan bedug mengelilingi Alun-alun,” ucapnya.

Selain pawai bedug, hari kedua juga diisi dengan seminar pembuatan bedug, melukis di tempat, pementasan tari, dan diakhiri oleh ngadu bedug.

“Pada hari kedua ini memang cukup meriah, karena ada beberapa agenda, seperti talkshow, melukis, workshop ngadu bedug,” ujarnya.

Baca juga:

Kelas Gamelan Sunda, Upaya PCH Lestarikan Seni Musik Tradisional

Salah seorang peserta arak-arakan ngadu bedug dari Kampung Parung Sentul, Nana mengatakan, dari kampungnya dikerahkan hampir sebagian besar untuk memeriahkan Gebrag Ngadu Bedug.

“Kampung kami hampir sebagian besar turun semua, bahkan ada beberapa orang yang sudah menjabat di pemerintahan juga turut serta bergabung dalam kemeriahan ngadu bedug ini,” katanya.

Gebrak Ngadu Bedug diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, yang berkolaborasi dengan Asosiasi Seniman Bedug (ASB). Acara ini berlangsung selama tiga hari, 18-20 April 2024 dan diikuti oleh 20 kampung. Gebrak Ngadu Bedung kali ini memasuki tahun kedua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....