Pengrajin Pandan Pandeglang Dihadapkan Tantangan Regenerasi
- 03 Feb 2026 18:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Usaha kerajinan anyaman daun pandan di Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, terus bertahan dengan melibatkan ratusan pengrajin yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Mereka menjadi tulang punggung produksi Pandan's Craft dalam menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional berbasis potensi alam lokal tersebut.
Pemilik Pandan's Craft, Mutiara Hadi menyebutkan, berdasarkan pendataan terdapat sekitar 150 penganyam aktif yang tersebar di tujuh desa di Kecamatan Banjar. Keberadaan para pengrajin ini tidak hanya menopang produksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pelestarian tradisi anyaman pandan yang telah diwariskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga.
Baca juga: Anyaman Pandan, Warisan Budaya Banjar Pandeglang
Namun, regenerasi pengrajin menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar penganyam merupakan generasi tua, sementara minat generasi muda untuk menekuni kerajinan anyaman pandan masih terbatas.
“Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi keberlanjutan kerajinan di masa mendatang jika tidak diimbangi dengan upaya regenerasi dan edukasi sejak dini,” katanya dalam dialog UMKM Bicara RRI Pro 1 Banten, Selasa, 2 Februari 2026.
Baca juga: Puhu: Kopi Otentik Desa Wisata Bandung di Pandeglang
Selain persoalan regenerasi, proses produksi anyaman pandan juga memiliki tingkat risiko yang tinggi. Bahan baku berupa pandan duri menuntut ketelitian serta kesabaran ekstra dari para penganyam. Setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga proses anyaman, dilakukan secara manual dan berisiko melukai tangan.
“Penganyam pasti kena duri, itu sudah menjadi risiko yang terbiasa mereka hadapi karena sudah menjadi rutinitas sehari-hari,” ujarnya.
Baca juga: Desa Bandung Jadi Desa Digital Kedua di Pandeglang
Tantangan lain yang turut menjadi perhatian adalah ketersediaan bahan baku. Lahan pandan duri yang sebelumnya mudah ditemukan kini semakin berkurang akibat alih fungsi lahan. Berkurangnya lahan ini memunculkan kekhawatiran akan keterbatasan bahan baku di masa depan jika tidak dilakukan upaya budidaya secara khusus.
“Kalau tidak dibudidayakan di lahan khusus, ke depan bisa jadi tidak ada lagi bahan baku untuk kerajinan anyaman pandan ini,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....